Mojokerto (Beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi kelompok rentan telah rampung dilaksanakan tahun ini. Meski demikian, dalam proses penyaluran ditemukan adanya perubahan data penerima manfaat yang memengaruhi jumlah realisasi bantuan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto, Farida Mariana mengatakan, bahwa perubahan data merupakan bagian dari proses penyaluran yang dinamis. “Hal ini terjadi karena adanya verifikasi lapangan yang terus dilakukan guna memastikan bantuan tepat sasaran,” ungkapnya, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, ada kelompok lansia kurang mampu, jumlah penerima yang semula dianggarkan sebanyak 1.342 orang mengalami penyesuaian. Setelah proses verifikasi, bantuan hanya tersalurkan kepada 1.038 penerima, masing-masing menerima Rp500 ribu. Pengurangan ini disebabkan oleh adanya penerima yang meninggal dunia serta berpindah domisili.
Kondisi serupa juga terjadi pada bantuan untuk anak yatim non panti. Dari jumlah yang direncanakan, terdapat tiga anak yang tidak lagi tercatat sebagai penerima karena berpindah domisili. Dengan demikian, bantuan terealisasi kepada 190 anak dengan nilai masing-masing Rp1 juta.
Sementara itu, bantuan bagi penyandang disabilitas juga mengalami penyesuaian. Dari total 263 penerima yang dianggarkan, bantuan terealisasi kepada 236 orang dengan nominal Rp350 ribu per penerima. Adapun bantuan untuk penyandang disabilitas berat hingga kini masih dalam tahap proses penyaluran.
Tak hanya itu, kelompok tukang becak juga menjadi sasaran penerima bansos. Dari 313 orang yang direncanakan, bantuan berhasil disalurkan kepada 292 orang. Pengurangan jumlah ini disebabkan oleh adanya penerima yang berpindah domisili serta temuan data ganda.
“Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan pembaruan data secara berkala melalui proses verifikasi dan validasi. Langkah ini dilakukan agar penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegasnya. [tin/aje]






