Lumajang (beritajatim.com) – Seluruh pekerja ekosistem desa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendapat jaminan keselamatan melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Adapun sasaran perlindungan bagi pekerja di ekosistem desa tersebut mencakup seluruh perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lumajang, Delistyana Diah Vianty, menjelaskan saat ini terdapat 198 desa yang sudah mengikutsertakan perangkat desanya sebagai peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Terdapat juga 132 desa yang sudah mendaftarkan seluruh ketua RT dan RW serta 188 BPD sebagai peserta dalam program jaminan sosial tersebut.
“Jadi, sisanya tinggal 10 desa yang belum mendaftarkan BPD-nya. Sedangkan untuk RT/RW yang belum didaftarkan masih ada 60 desa,” terang Delistyana di Lumajang, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan hanya kurang sedikit lagi untuk mencapai target yang sudah ditetapkan provinsi. Kekurangannya hanya 24.908 peserta.
Capaian itu diyakini bisa terwujud seiring makin banyak desa yang mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Untuk itu saya ucapkan terima kasih untuk yang sudah secara keseluruhan menjadi peserta. Kemudian untuk yang belum mohon untuk dilakukan pendaftarannya,” tambah Delistyana.
Kabid Pemerintahan Desa DPMD Lumajang, Ricky Dharma Putra, menjelaskan biaya iuran program BPJS bagi seluruh pekerja di ekosistem desa akan ditanggung pemerintah melalui Anggaran Dana Desa (ADD).
Nantinya, para pekerja ekosistem desa akan memperoleh manfaat dari masing-masing program. Untuk RT/RW serta anggota BPD mencakup jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).
Sedangkan paket perlindungan BPJS bagi perangkat desa meliputi JKK, JKM, jaminan hari tua (JHT), serta jaminan pensiun.
“Jadi, memang di Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 sudah mengatur bahwasanya kepala desa, perangkat desa, serta BPD itu berhak mendapatkan jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan. Kemudian ada inisiatif juga digunakan untuk RT RW,” ungkap Ricky. (has/kun)






