Ringkasan Berita:
- Taman Zakat menggelar “Istighfaroh: Doa Bersama Yatim untuk Negeri” di Tulungagung bertepatan dengan 10 Muharram 1448 H.
- Sekitar 350–400 jamaah mengikuti doa bersama sebagai ikhtiar spiritual menghadapi berbagai tantangan bangsa.
- Sebanyak 34 anak yatim menerima santunan berupa uang tunai, perlengkapan sekolah, makanan ringan, dan sembako.
- Taman Zakat berharap kegiatan ini memperkuat kepedulian sosial sekaligus mengajak masyarakat mendoakan keselamatan Indonesia.
Surabaya (beritajatim.com) – Momentum 10 Muharram dimanfaatkan Taman Zakat untuk mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa bersama bagi keselamatan bangsa. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari tekanan ekonomi, bencana di sejumlah daerah, hingga persoalan sosial, doa bersama anak yatim dinilai menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon keberkahan dan persatuan bagi negeri.
Kegiatan bertajuk “Istighfaroh: Doa Bersama Yatim untuk Negeri” digelar di halaman MI Tahfidz Ngelo, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Sekitar 350 hingga 400 jamaah menghadiri kegiatan tersebut, terdiri atas masyarakat pesisir, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah setempat.
General Manager Taman Zakat, Ziyad, mengatakan Muharram merupakan momentum yang tepat untuk menguatkan kepedulian sosial sekaligus mengetuk pintu langit melalui doa-doa tulus anak yatim.
“Muharram mengajarkan kita untuk memuliakan anak yatim. Di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menguatkan ikhtiar melalui doa bersama. Kami percaya, doa anak-anak yatim adalah doa yang penuh keikhlasan, yang menjadi harapan agar negeri ini senantiasa diberikan kedamaian, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai musibah,” ujar Ziyad.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pada 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Raya Anak Yatim tidak hanya menjadi ajang memperbanyak ibadah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap anak-anak yatim melalui santunan dan kebersamaan.
Rangkaian acara berlangsung sederhana namun penuh kekhusyukan. Jamaah mengikuti istighfar bersama, doa untuk negeri, tausiyah Muharram, hingga penyaluran santunan kepada anak-anak yatim. Konsep lesehan di ruang terbuka dipilih untuk menciptakan suasana yang hangat dan lebih akrab.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tanggunggunung, Kapolsek Tanggunggunung, Danramil, Kepala Desa Jengglungharjo, Ketua MWC NU Tanggunggunung, para kepala TK dan TPQ se-Jengglungharjo, perangkat desa, ketua RT/RW, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhaar sekaligus Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur, KH Imam Mawardi Ridlwan, dalam tausiyahnya mengajak masyarakat menjadikan Muharram sebagai momentum memperbanyak amal saleh dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
“Muharram menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat ibadah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Membaca istighfar, berpuasa, dan menyantuni anak yatim adalah ikhtiar menjemput keberkahan Allah subhanahu wa ta’ala,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Taman Zakat juga menyalurkan santunan kepada 34 anak yatim berupa uang tunai masing-masing Rp150 ribu, paket perlengkapan sekolah, makanan ringan, serta paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat.
Ziyad menambahkan Taman Zakat akan terus menghadirkan berbagai program yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga membangun kepedulian masyarakat dan memperkuat nilai kebersamaan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menghadapi berbagai persoalan bangsa membutuhkan ikhtiar yang utuh, yakni melalui aksi nyata membantu sesama sekaligus memperkuat doa. Semoga Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan keberkahan,” pungkasnya. [tok/beq]






