Malang (beritajatim.com) – Provinsi Jawa Timur (Jatim) selama ini memberikan kontribusi tak kecil atas kebutuhan pangan nasional, baik itu beras, jagung, kedelai, dan termasuk daging sapi. Tingkat populasi sapi di Jatim paling banyak dibanding 37 provinsi lainnya di Indonesia. Pada 2021, jumlah populasi sapi di Jatim mencapai 4.928.987 ekor, sedangkan tahun 2022 dengan 5.070.240 ekor.
Selain itu, tingkat produksi daging sapi Jatim juga tertinggi nasional dibanding provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Pada 2021, tingkat produksi daging sapi di Jatim sebesar 108.284 ton, di 2022 dengan 110.991 ton, dan di 2023 dengan 102.711 ton.
Bandingkan dengan Jawa Barat (Jabar) yang hanya 78.134 ton di 2021, 2022 dengan 84.960 ton, dan 2023 dengan 76,287 ton. Pun demikian dengan Jawa Tengah (Jateng), di mana produksi daging sapi dengan 65.150 ton di 2021, di 2022 dengan 61.393 ton, dan 2023 dengan 65.995 ton.
Dilihat dari perspektif jumlah populasi sapi dan besaran produksi daging sapi, Jatim menjadi backbone pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional. Lebih dari 20 persen kebutuhan daging nasional dipenuhi dari para peternak sapi di Jatim.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo optimis Kabupaten Malang mampu menjadi penopang 20 persen makan bergizi gratis dengan asupan daging sapi segar.
“Kami siap dan mampu untuk mencukupi pemenuhan makan bergizi gratis. Karena ketersediaan daging segar di wilayah kami sejauh ini surplus ya. Namun hitung hitungan surplus ini ada di Badan Ketahanan Pangan. Tapi yang pasti kami surplus untuk daging sapi segar,” tegas Eko, Senin (11/11/2024) siang pada beritajatim.com.
Eko menjelaskan, saat ini populasi sapi potong di Kabupaten Malang mencapai 161.637 ekor. Jumlah itu menyebar di sejumlah kecamatan se-Kabupaten Malang.
Kata Eko, peternak sapi potong terbesar di Kabupaten Malang berada di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Singosari, Gedangan, Wajak, dan Kalipare.
“Sampai dengan September 2024 jumlah sapi potong di Kabupaten Malang mencapai 161.637 ekor. Sementara produksi daging segar kita sampai dengan bulan September 2024 mencapai 2.635,22 ton. Kami surplus daging segar,” beber Eko.
Menurut Eko, untuk meningkatkan populasi sapi potong, sejumlah program dan pengawasan cukup ketat juga dilakukan Dinas Peternakan Kabupaten Malang.
Data Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang di triwulan pertama 2024 mengungkap, ketersediaan daging sapi di Kabupaten Malang mencapai 12.291 ton. Sedangkan kebutuhannya hanya sekitar 11.110 ton, sehingga surplus atau kelebihan 1.181 ton.

Tingkatkan Populasi Lewat IB
Mengacu aturan dan undang-undang yang cukup ketat dalam produksi peningkatan sapi potong di Kabupaten Malang, menjadikan wilayah terluas kedua di Jatim ini mempunyai 161.637 ekor sapi potong.
Cara-cara peningkatan jumlah populasi sapi pun diberlakukan. Salah satunya, peternak tidak boleh menyembelih sapi betina usia produktif.
“Bagaimana kita berupaya meningkatkan populasinya, ada aturan pastinya. Pertama kita tingkatkan populasi sapi dengan sistem Inseminasi Buatan (IB),” kata Eko.
Inseminasi Buatan atau kawin suntik merupakan sebuah inovasi bioteknologi reproduksi peternakan. Yaitu suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (spermatozoa atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu, yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin ternak betina menggunakan alat khusus berupa Insemination Gun.
Selain menggunakan sistem IB, sambung Eko, cara utama peningkatan populasi sapi potong dengan melarang peternak menyembelih sapi betina usia produktif.
“Betina usia produktif baik ukurannya besar atau sedang tidak boleh disembelih. Ini ada aturannya. Termasuk bagaimana cara menyembelih sapi potong yang benar, penyembelihan harus halal,” paparnya
Eko menambahkan, kebutuhan akan daging segar di Kabupaten Malang sejauh ini tidak ada masalah. Sehingga, sampai akhir program Makan Bergizi Gratis dari Pemerintah Pusat, Pemkab Malang sangat mampu dan siap memenuhi kebutuhan daging segar.
Untuk terus meningkatkan sektor peternakan, lanjut Eko, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Seperti sosialisasi pembuatan silase, yakni pakan dari tanaman hijau yang diawetkan dan disimpan dalam kantong plastik kedap udara maupun drum. Sehingga, akan terjadi proses fermentasi dalam keadaan tanpa udara (anaerob).
“Kami juga membantu peternak jika mereka memerlukan vaksinasi atau pengobatan,” tutur Eko.
Susu Hingga Keju Unggulan di Malang
Tidak hanya daging sapi segar, Kabupaten Malang menjadi ladang melimpah bagi sejumlah produk-produk peternakan yang surplus. Di antaranya susu mengalami surplus 118.963 ton dan daging ayam surplus 9.817 ton. Produk-produk tersebut dipasarkan hingga Bali.
Program terbaru adalah, Pemerintah Kabupaten Malang bertekad meningkatkan produksi keju. Upaya tersebut diawali dengan melakukan evaluasi terkait pengelolaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak Malang pada Selasa (5/11/2024), oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang Didik Gatot Subroto.
UPT tersebut berada di Desa Mbambang, Kecamatan Wajak, di bawah naungan Dinas Peternakan Kabupaten Malang tersebut. Lokasi yang menjadi sentra produksi keju Gouda ke depan.
“Saya ingin melihat secara dekat perkembangan usaha keju, karena UPT ini kan untuk produksi keju, se-Indonesia hanya punya kita (Pemkab Malang),” terang Didik.
Didik bilang, UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak Malang telah memproduksi keju sejak lama. Hanya saja, dalam perjalanannya tingkat produktivitas mengalami fluktuatif.
“Penyebabnya adalah bahan bakunya dari sapi yang diternak itukan semakin hari semakin menyusut. Ini harus dievaluasi kesalahannya di mana sih? Apa salahnya? kemudian langkah ke depannya yang harus diselesaikan bagaimana,” ucap Didik.
Kandang peternakan sapi di UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak Malang kini hanya diisi 38 ekor. Padahal di masanya, jumlahnya mencapai ratusan sebelum akhirnya digempur pandemi Covid-19 dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Maka (perlu dievaluasi) supaya Dinas Peternakan tercatat menjadi satu bagian dinas penghasil. Sehingga yang namanya unit (UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak Malang) penghasil ini, setiap tahun tidak selalu merugi,” tegasnya.
Sejumlah evaluasi, menurut Didik, meliputi sarana dan prasarana pada kandang peternakan sapi. Di sisi lain, secara kapasitas kandang saat ini terbilang cukup layak. Hanya saja, isinya atau jumlah sapi masih belum maksimal.
“Kemudian sapi itu kan tidak semuanya bisa diperah. Sementara saya lihat di sini, satu sapi itu kemampuan susunya hanya 8-10 (liter per hari). Maka ini kan perlu untuk dievaluasi terkait apa sebabnya,” ujarnya.
Dari problem itulah, Didik memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi. Di antaranya, jika memungkinkan, perlu dilakukan penambahan jumlah sapi di kandang peternakan milik UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak Malang.
“Saya berharap ada beberapa alternatif yang harus diselesaikan, apakah ini kepala Dinas (Peternakan) harus menambah jumlah sapi yang ada di dalam, atau dimungkinkan untuk dikerjasamakan,” ucapnya.
Rekomendasi tersebut diharapkan Didik mampu mendongkrak produksi keju. Sedangkan saat ini, secara kualitas keju yang dihasilkan terbilang memadai. Hanya perlu dimaksimalkan dari segi kuantitas produksi kejunya.
“Di sekitar UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak Malang banyak peternak sapi perah. Maka bisa saja dijalin kerja sama. Susunya mengambil dari luar, tapi diolah di sini jadi keju,” imbuhnya.
Ke depan, Pemkab Malang melalui dinas terkait juga perlu melakukan pengkajian. Di antaranya, terkait kemungkinan UPT diubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sehingga, pengorganisasian bisa lebih mudah dan efektif.
“Karena itu, kepala Dinas (Peternakan) sudah saya berikan tugas. Kalau memang diperbolehkan dengan persetujuan DPRD (Kabupaten Malang) nanti diubah menjadi BLUD, kalau memang dimungkinkan,” ujarnya.
Adapun keju Gouda yang diproduksi di UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak Malang dibanderol dengan harga Rp180 ribu per kilogram. Potensi itulah yang diharapkan bisa terus ditingkatkan dari segi produksi. [yog/beq]






