Surabaya (beritajatim.com) – Idul Adha 1442 Hijriah tinggal beberapa hari lagi. Para penjual hewan qurban di kawasan Jl Medokan mengaku mengalami penurunan penjualan. Menurunnya daya beli diduga akibat dari dampak pandemi Covid-19.
Lahan kosong di samping Jl. Dr. Ir. H. Soekarno yang mengarah ke Gunung Anyar disewakan bagi para penjual hewan qurban. Sepanjang lokasi terdapat puluhan penjual hewan ternak, baik sapi maupun kambing.
Harga yang ditawarkan sangat bervariasi, bergantung pada jenis dan kondisi ternak kurban. Dari pantauan beritajatim.com, Rabu (14/07/2021), terlihat beberapa orang hilir mudik memilih hewan ternak yang hendak dibeli. Sementara anak-anak yang berada di lokasi hanya sekadar menonton hewan kurban.
Pandemi Covid-19 tentu memiliki dampak pada berbagai sektor. Tak terkecuali bagi para penjual ternak kurban. Penjual asal Pacitan, Dirno mengaku mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu.
“Selama pandemi ini penjualan bisa dikatakan turun, namun peminatnya masih ada. Misalnya pelanggan yang tahun lalu beli kambing seharga empat juta, sekarang belinya yang lebih murah,” terang Dirno.
Dirno juga mengaku bahwa tidak ada kesulitan ntuk membawa masuk hewan ternak dari Pacitan ke Surabaya meskipun dalam kondisi wabah Covid-19. Ia justru khawatir jika mengirim hewan kurban kepada pembeli pada saat malam hari menjelang Idul Adha.

“Kalau beli di saya sudah termasuk pengirimannya, asal masih lingkup Surabaya. Yang bingung kalau ngirim malam hari, soalnya katanya banyak jalan yang ditutup,” kata Dirno kepada beritajatim.com, Rabu (15/7/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”hewan-kurban”]
Rahmad, penjual ternak lain asal Sidorarjo, juga mengaku memang mengalami penurunan penjualan saat pandemi. Ternak yang ia jual didadatangkan dari beragam daerah seputar Jawa Timur. Menurutnya, sejakSabtu (10/07/2021) hingga berita ini dimuat, ternak kurban miliknya masih sekitar 20% yang terjual dari total keseluruhan.
“Penjualan selama pandemi merosot, meski peminatnya masih ada. Padahal kami sudah menjual dengan harga normal mulai dari Rp15 juta sampai Rp65 juta,” terang Rahmad.
Ternak sapi yang dijual Rahmad juga telah diperiksa oleh dinas peternakan setempat. “Kapan hari memang ada pihak dinas datang buat memeriksa kesehatan ternak saya. Itu sudah dikasih tanda di pengikatnya kalau sudah sesuai dengan standar,” ujarnya. (ted)






