Pamekasan (beritajatim.com) – Pengurus Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Periode 2025-2027, komitmen untuk selalu mengawal isu lingkungan hingga kesehatan, yang disampaikan disela pengukuhan pengurus di Ballroom Azana Style Hotel Madura, Jl Jokotole 282 Pamekasan, Minggu (8/3/2026) malam.
Pengukuhan yang dikemas dengan Tadarus Lingkungan dengan tema ‘Merawat Bumi Madura, Menjaga Independensi Pers’, menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak yang diplot sebagai Keynote Speaker.
Dalam kegiatan tersebut, AJP menghadirkan empat narasumber berbeda, yakni anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj Ansari, Ketua Komisi Peyiaran Inedonesia Daerah (KPDI) Jawa Timur Royin Fauziana, Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Timur, Nur Faisal, Pegiat Lingkungan Kiai M Mushthafa, serta Jurnalis Senior Pamekasan, Ghozi Mujtaba.
Selain itu juga tampak hadir Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman beserta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pemerhati lingkungan khususnya di kabupaten Pamekasan.
“Untuk periode kedua ini, kami komitmen untuk selalu mengawal tiga hal strategis yang menyentuh langsung kepada masyarakat, meliputi lingkungan, kesehatan, dan kemanusiaan,” kata Ketua AJP, Mohammad Khairul Umam.
Bahkan pihaknya menegaskan jika komunitas yang dipimpinnya menjadi satu-satunya organisasi wartawan di Pamekasan, yang secara serius mengawal isu lingkungan. “Pada 2025 lalu, kami atas nama AJP pernah menjadi relawan di Aceh dan Palu, sehingga hal ini menjadi inspirasi kami agar Madura tidak tenggelam akibat kerusakan lingkungan,” ungkapnya.
“Terkahir kami ingin menyampaikan apresiasi, sekaligus rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang masih komitmen dan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Sehingga kedepan kita bisa mewujudkan sesuai tema yang diusung pada malam hari ini; Merawat Bumi Madura,” tegasnya.
Selain itu pihaknya juga menyampaikan komitmennya sebagai jurnalis yang merupakan salah satu pilar demokrasi, sehingga profesionalisme setiap insan pers harus selalu menjadi prinsip utama dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
“Etika dan integritas dengan menerapkan kode etik jurnalistik dan menjaga objektivitas tetap kami jaga, kemampuan inti seperti menulis, komunikasi dan analisis kritis tetap kami terapkan. Serta dipadukan dengan pengetahuan beserta mental dan adaptif kita laksanakan,” jelasnya.
Bahkan pihaknya juga menekankan pentingnya melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab, mulai dari mengumpulkan berita dan data dari beragam sumber, menulis, menganalisis dan menyajikan berita akurat dan relevan, melakukan konfirmasi dan verifikasi, serta menyampaikan informasi dari beragam platform media masing-masing.
“Komitmen ini kita lakukan semata-mata untuk membedakan dari jurnalis amatir, rutinitas kita lakukan segera teratur dan konsisten, menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, terverifikasi dan mendalam, dan tentunya selalu menjunjung tinggi profesionalitas,” pungkasnya.
Selain pembukuan dan dialog interaktif seputar lingkungan dan pers, AJP juga melaksanakan kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim sebagai momentum merealisasikan misi kemanusiaan, khususnya pada memontum Ramadan 1447 Hijriah. [pin/suf]






