Ringkasan Berita:
- Seorang penghulu bernama Ridho’i menjadi korban pembacokan oleh tetangganya berinisial U di Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (24/10/2026).
- Korban diduga diserang menggunakan celurit dan mengalami luka-luka hingga harus mendapat penanganan medis di RSUD Tongas.
- Keluarga korban mendengar dugaan persoalan kecemburuan terkait pesan kepada istri terduga pelaku, tetapi motif tersebut belum terverifikasi.
- Polisi telah mengamankan terduga pelaku dan barang bukti serta masih mendalami rangkaian kejadian dan motif penyerangan.
Probolinggo (beritajatim.com) – Seorang penghulu bernama Ridho’i menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri berinisial U di Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (24/10/2026). Korban diduga diserang menggunakan celurit hingga mengalami luka-luka. Dugaan persoalan kecemburuan mencuat sebagai salah satu kemungkinan motif, tetapi kaitannya dengan penyerangan tersebut masih didalami polisi.
Insiden berdarah yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu membuat korban harus berjuang menyelamatkan diri. Saat diserang, Ridho’i berlari menuju toko milik keluarganya untuk menghindari sabetan senjata tajam. Terduga pelaku sempat mengejar, tetapi tidak sampai masuk ke dalam toko.
Irma Widayati, saudara korban yang menyaksikan kejadian tersebut, mengungkapkan bahwa penyerangan berlangsung cepat. Korban memilih menjauh dari terduga pelaku demi menyelamatkan diri.
“Korban berlari ke toko untuk menyelamatkan diri. Pelaku sempat mengejar, tetapi tidak sampai masuk ke dalam toko,” kata Irma.
Di balik aksi pembacokan tersebut, muncul dugaan persoalan kecemburuan. Keluarga korban mengaku mendengar kabar bahwa terduga pelaku tersulut emosi lantaran Ridho’i diduga pernah mengirim pesan bernada mesra kepada istri terduga pelaku.
Meski demikian, kabar tersebut belum terverifikasi. Polisi masih perlu mendalami apakah persoalan itu benar-benar berkaitan dengan penyerangan yang terjadi.
Irma mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang melatarbelakangi insiden tersebut. Ia juga mengaku sulit mempercayai kabar yang beredar karena selama ini korban dikenal sebagai sosok pendiam.
“Saya mendengar kabar persoalannya berkaitan dengan pesan kepada istri pelaku. Namun, saya tidak percaya begitu saja karena korban dikenal pendiam,” ujarnya.
Laporan mengenai kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti aparat Polsek Lumbang bersama jajaran Polres Probolinggo. Petugas mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Sementara itu, Ridho’i dievakuasi ke RSUD Tongas untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka yang dialaminya.
Polisi telah mengamankan terduga pelaku berinisial U beserta barang bukti. Penanganan perkara kini berlanjut untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, termasuk motif yang diduga melatarbelakangi penyerangan.
Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwa Apriantoro, menegaskan bahwa perkara tersebut ditangani sesuai prosedur hukum.
Widy juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Masyarakat yang mengetahui adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dapat menyampaikan laporan melalui kantor kepolisian atau layanan Polri 110.
“Silakan laporkan setiap gangguan kamtibmas kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Widy saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (26/10/2026).
Keluarga korban berharap polisi mengusut kasus tersebut secara menyeluruh dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Mereka mengaku tidak mengetahui adanya persoalan antara Ridho’i dan terduga pelaku sebelum kejadian.
Hingga kini, penyidik masih mendalami kasus pembacokan tersebut. Dugaan kecemburuan yang mencuat dari keterangan keluarga pun masih harus diuji melalui penyelidikan untuk memastikan kaitannya dengan aksi penyerangan. [rap/beq]






