Mojokerto (beritajatim.com) – Pengerjaan Jembatan Sumengko di Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto telah mencapai lebih dari 86 persen. Progres pembangunan jembatan tersebut diakui Pemerintah Desa (Pemdes) Sumengko memberi banyak manfaat ke warga terutama untuk perekonomian.
Plt Kades Sumengko, Agus Wiyono mengatakan, sebelumnya kondisi Jembatan Sumengko sempit dan tidak sesuai dengan lebar jalan cor. Kondisi itu jadi pennghambat aktivitas masyarakat.
“Pelebaran Jembatan Sumengko memiliki banyak manfaat dan tentu dampak ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya, Rabu (25/10/2023).
BACA JUGA:
Desa Ketapanrame Mojokerto Dicanangkan Sebagai ‘Desa Cantik’
Sehingga jalur ekonomi menjadi lancar terutama di wilayah Kecamatan Jatirejo dan sekitarnya. Agus menjelaskan jika Jembatan Sumengko ialah akses utama kendaraan dari pabrik-pabrik di sekitar Jatirejo bahkan dari wilayah Wonosalam, Kabupaten Jombang. Selain menjadi penghubung dua kecamatan.
“Kan itu termasuk jembatan utama untuk memperlancar ekonomi, banyak kendaraan baik dari perusahaan lewat situ. Hasil pertanian, komoditas buah-buahan dan hasil bumi dari Jatirejo maupun Wonosalam pasti lewat sini. Pasti bisa meningkatkan ekonomi karena juga banyak toko sehingga manfaatnya banyak,” tegasnya.
BACA JUGA:
Ini Cara Perum Perhutani KPH Mojokerto Dekati Petani Hutan
Sebelumnya, pengerjaan Jembatan Sumengko di Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto terus dikebut. Progres pembangunan jembatan untuk memperkuat jalur ekonomi di wilayah Kecamatan Jatirejo ini bahkan lebih cepat dari jadwalyakni telah mencapai lebih dari 86 persen.
Pembangunan Jembatan Sumengko dengan panjang 8 meter x 12,6 meter tersebut nantinya akan menyesuaikan lebar jalan raya. Anggaran pelebaran Jembatan Sumengko melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Mojokerto yakni dengan pagu senilai Rp2.286.119.776. [tin/beq]






