Ringkasan Berita:
- Pengendara sepeda motor Yamaha NMAX bernama Revi Shintia Bela Safitri (18) meninggal dunia dalam kecelakaan di Desa Tiron, Kabupaten Madiun.
- Kecelakaan diduga terjadi setelah kabel listrik yang melintang di atas jalan putus akibat tersangkut truk bermuatan tebu.
- Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban, termasuk kemungkinan korban tersengat arus listrik.
- Satlantas Polres Madiun juga mendalami dugaan pelanggaran dimensi dan muatan kendaraan pengangkut tebu.
Madiun (beritajatim.com) – Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Nasional Madiun-Surabaya, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Selasa (2/6/2026) malam. Korban diduga terjatuh setelah kabel listrik yang melintang di atas jalan putus dan jatuh ke badan jalan.
Korban diketahui bernama Revi Shintia Bela Safitri (18), warga Desa Gunungsari, Kabupaten Madiun. Remaja perempuan tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian saat mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX bernopol AE 6788 HO.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, sebuah truk gandeng bermuatan tebu bernopol AG 9505 UB yang dikemudikan Muktianto Ari Wibowo (50), warga Kabupaten Jember, melaju dari arah Surabaya menuju Madiun.
Diduga, muatan tebu yang menjulang tinggi menyangkut kabel listrik yang melintang di atas badan jalan hingga putus. Kabel kemudian jatuh ke jalan raya saat arus lalu lintas masih cukup ramai.
Pada saat bersamaan, korban yang melaju dari arah berlawanan, yakni dari selatan menuju utara, diduga tidak sempat menghindari situasi tersebut. Korban terjatuh dari sepeda motornya dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, IPDA Andika Cahyono, membenarkan adanya kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut.
“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Madiun-Surabaya tepatnya di Desa Tiron sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam kejadian tersebut satu orang pengendara sepeda motor meninggal dunia,” ujar Andika saat dikonfirmasi.
Menurutnya, petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh. Namun, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara ditemukan adanya kabel listrik yang putus setelah terkena kendaraan bermuatan tebu.
“Sementara yang kami temukan di lokasi adalah adanya kabel yang melintang dan terkena truk hingga putus kemudian jatuh ke badan jalan. Untuk penyebab pasti dan kronologi lengkap masih kami dalami,” katanya.
Polisi juga belum dapat memastikan penyebab kematian korban, termasuk dugaan korban tersengat arus listrik dari kabel yang terputus tersebut.
“Sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab utama meninggalnya korban. Kami juga masih berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan hasilnya,” imbuh Andika.
Selain itu, penyidik juga tengah menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran terkait dimensi maupun muatan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut tebu.
“Kalau nantinya ditemukan adanya pelanggaran terkait muatan atau dimensi kendaraan yang tidak sesuai ketentuan, tentu akan dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Ana (40), warga sekitar yang menjadi saksi mata, mengaku sempat melihat sepeda motor korban melaju tanpa pengendara sesaat setelah insiden terjadi.
“Saya lihat motornya sudah lewat kencang, tetapi orangnya tidak ada. Saat saya keluar rumah, korban sudah tergeletak di jalan. Setelah diperiksa relawan PMI, tubuhnya terasa kaku seperti orang yang tersetrum,” ungkap Ana.
Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Petugas kepolisian bersama sejumlah pihak terkait langsung melakukan pengamanan lokasi serta mengevakuasi korban.
Satlantas Polres Madiun masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk mendalami dugaan putusnya kabel listrik akibat tersangkut muatan tebu yang melintas di jalur nasional. [rbr/beq]






