Kediri (beritajatim.com) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong percepatan penanganan kasus tewasnya seorang santri di Ponoes Kediri Bintang Balqis Maulana (14) asal Banyuwangi.
Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner KPAI Pusat Aris Adi Leksono saat menggelar rapat koordinasi bersama Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kemenag Kabupaten Kediri dan instansi terkait.
“Kami mendorong adanya pendampingan dari pihak terkait secara psikologis dan juga mendorong adanya kepedulian sosial, santunan, karena itu juga bagian dari perintah UU Perlindungan Anak,” katanya saat di Kediri.
KPAI merekomendasikan kepada pihak kepolisian untuk segera menyelesaikan perkara santri Bintang yang meninggal karena dianiaya oleh temannya sesama santri di Ponpes Al Hanifiyah di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Aris Adi Leksono menambahkan, karena ini permasalahan anak, sesuai undang-undang, harus cepat selesai dan tertangani. Kendati demikian, pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan akan terus mengawalnya hingga tuntas. Itu agar tercipta keadilan bagi keluarga korban.
Karena tersangka maupun saksi-saksi juga terdapat kalangan anak-anak, dia juga mengingatkan pentingnya pemenuhan hak-hak anak yang berkonflik dengan hukum tersebut.
Adapun perihal pemindahan santri di ponpes, menurutnya bukan perkara mudah. Hal yang lebih tepat menurutnya adalah memetakan tingkat kebutuhan masing-masing dari santri tersebut. Dari pemetaan itu akan terlihat tingkat dan jenis kebutuhannya.
KPAI bekerjasama dengan Kementerian Agama juga mengajak para pihak untuk turut serta dalam penanganan kasus ini. Misalnya terkait pendampingan psikologis maupun kebutuhan lain dari anak berkonflik dengan hukum tersebut.
Sebelumnya santri PPTQ Al-Hanifiyyah Kediri asal Banyuwangi Bintang Balqis Maulana tewas dianiaya teman-teman. Pasca peristiwa itu, Polres Kediri Kota menetapkan empat santri sebagai pelaku, NN (18) siswa kelas 11 asal Sidoarjo, MA (18) siswa kelas 12 warga Kabupaten Nganjuk, AF (16) asal Denpasar, Bali, dan AK (17) warga Surabaya. [nm/ted]






