Malang (beritajatim.com) – Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Malang tahun 2024 akan digelar pada 27 November 2024 mendatang. Dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 Kota Malang sudah ada deretan nama calon wali kota dan wakil walikota yang muncul. Jalan-jalan di kota Malang telah dipenuhi pamflet dalam semarak Pilkada kota Malang 2024 ini.
Wawan Sobari, SIP., MA., Ph.D., pakar politik Universitas Brawijaya (UB) melihat Pilkada Kota Malang 2024 begitu semarak. Ia menyebut Pilkada tahun ini jauh lebih semarak daripada tahun-tahun sebelumnya terutama dari segi kandidat karena banyaknya nama tokoh baru.
“Menurut saya Pilkada kota Malang 2024 jauh lebih semarak, secara kandidat. Kita harus akui ini karena efek dari jeda lama menuju Pilkada serentak yang hampir setahun,” ungkap Wawan kepada Beritajatim.com, Jumat (2/8/2024).
Selain itu, kemunculan calon walikota dan wakil walikota independen menjadi hal yang menarik. Keberadaan nama Heri Cahyono (HC) jika lolos sebagai calon dari independen akan menjadikan Pilkada kota Malang 2024 lebih semarak.
“Seperti dulu saat HC maju di Pilkada sebelumnya pada tahun 2013, waktu itu HC maju dari independen, ini positif dan bagus. Adanya jeda, menuju Pilkada serentak hampir setahun mendorong keberanian banyak individu untuk maju di dalam Pilkada,” jelas pria yang juga pakar kebijakan publik ini.
Ada sejumlah kandidat yang sebelumnya tidak dikenal luar oleh warga. Bahkan ada beberapa tokoh muda yang berani maju. Menurut Wawan, hal itu positif dan bagus, hanya saja penting bagi mereka untuk mendapat rekomendasi partai politik.
“Secara umum lebih semarak dan lebih bagus , secara politik, kompetisi dan munculnya individu baru. Ini bagus untuk konteks kepemimpinan politik di kota Malang ke depan,” tegas dosen lulusan S3 Politics and Public Policy Flinders University, Australia ini. (dan/ian)






