Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat politik terkemuka, Prof. Sasmito, menyampaikan analisisnya tentang perkembangan politik jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya.
Menurutnya, sikap dan pernyataan Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, yang belum menentukan dukungan untuk calon tertentu di Pilwali Surabaya, merupakan pukulan berat bagi Eri Cahyadi.
“Gestur dan pernyataan Gibran yang belum menunjukkan dukungan jelas kepada Eri Cahyadi menandakan bahwa posisi Eri dalam kompetisi politik ini masih lemah,” ujar Prof. Sasmito dalam sebuah diskusi politik di Surabaya, hari ini.
Pernyataan ini muncul setelah Eri Cahyadi, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, sering terlihat mendampingi Gibran dalam berbagai kesempatan, termasuk ketika Gibran bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak.
Meski Gibran telah menyatakan dukungannya dengan tegas kepada Khofifah untuk kepemimpinan di Jawa Timur, ia belum memberikan sinyal serupa kepada Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya.
“Ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi para pendukung Eri, mengingat kedekatan yang terlihat selama ini. Sikap Gibran ini bisa menjadi indikasi adanya strategi politik yang lebih besar atau penilaian terhadap kekuatan politik di Surabaya,” tambah Prof. Sasmito.
Lebih lanjut, Prof. Sasmito menjelaskan bahwa ketidakpastian dukungan dari tokoh politik seperti Gibran dapat mempengaruhi dinamika dan strategi kampanye Eri Cahyadi. “Keberhasilan Eri dalam Pilwali nanti sangat bergantung pada bagaimana ia merespons situasi ini dan membangun dukungan dari basis massa yang lebih luas,” tutupnya. (ted)






