Surabaya (beritajatim.com) – Pengacara Korban Tragedi Vasa Hotel menyebut manajemen gagal menjamin keamanan konsumen.
Hal itu berdasarkan kepada hasil penyelidikan polisi yang menyebut 3 orang tewas keracunan metanol usai minum miras di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel, Jumat (22/12/2023) lalu.
Kuasa Hukum korban miras maut, Bobbyanto Gunawan meminta agar pemerintah meninjau dan mencabut perizinan lantaran Vasa Hotel gagal menjamin keamanan konsumennya. Ia menyebut dengan tewasnya 3 musisi patut diduga seluruh makan dan minuman yang disediakan itu berbahaya.
“Kita harapkan izin dari Vasa Hotel dicabut. Karena semua makanan dan minuman disini sangatlah berbahaya, serta bisa mematikan,” katanya, Rabu (10/01/2024).
Renald Christoper yang juga kuasa hukum korban menambahkan, bahwa pihaknya juga sudah menyampaikan kepada Wakil Walikota Surabaya Armuji agar izin Vasa Hotel ditinjau bahkan dicabut ketika ditemukan pelanggaran.
“Kami juga bermohon kepada beliau (Wawali) untuk membekukan sementara atau mungkin selamanya dari izin Vasa Hotel. Karena diketahui, bahwa Hotel Vasa ini sudah melakukan hal yang berbahaya bagi customer,” tambahnya.
Menurut Renald, dari temuan polisi disebutkan bahwa zat metanol yang meracuni para korban dipesan oleh manajemen Vasa Hotel lewat CV CV Berkat Agung Sejahtera. Lalu, CV Berkat Agung Sejahtera memesan metanol itu Botanica Store secara online. Namun, temuan polisi itu dibantah oleh manajemen Vasa Hotel yang menegaskan tidak pernah membeli zat metanol.
“Kok bisa sampai kecolongan terkait zat metanol, dengan alasan yang seperti kita ketahui bersama dari rilis itu (polisi) salah beli dari purchasing. Berarti disini kami pertanyakan pengawasan juga QC dari pihak Vasa itu sangat lemah atau sangat buruk,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bobbyanto Gunawan, pengacara para korban yang meninggal akibat minum di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya, menanggapi bantahan manajemen hotel yang mengaku tidak pernah memesan metanol.
Berdasarkan hasil penyidikan polisi, Manajemen Vasa Hotel mendapatkan Metanol dari CV Berkat Agung Sejahtera. Kemudian, CV Berkat Agung Sejahtera membeli metanol itu dari Botanica Store secara online.
“Mereka bilang tidak menyangkal hasil rilis polisi. Tapi kalau mereka tidak pernah beli, kenapa barangnya ada disana? Mereka ini aneh,” ujar Bobbyanto Gunawan saat diwawancara oleh Beritajatim.com, Senin (08/01/2024).
Bobby mengatakan, dalam proses pengadaan barang di hotel berbintang 5 seperti Vasa Hotel, pasti ada SOP yang harus diikuti agar hotel tidak merugikan konsumen. Dia juga bingung bagaimana bisa Metanol, zat kimia yang sangat berbahaya, tercampur di dalam gelas minuman korban yang ditemukan polisi. (ang/ted)






