Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menyiapkan mahasiswa untuk siap bersaing di dunia digital melalui uji kompetensi digital marketing. Acara ini diadakan bersama LSP Digital Marketing Indonesia untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan kompetensi lulusan dengan harapan industri.
Acara bertajuk opening competency test digital marketing scheme ‘The Future of Digital Marketing : Prediction and Beyond’ ini mendatangkan narasumber Rudianto,S.Kom selaku Ketua Komite Skema LSP Digital Marketing Indonesia. Kegiatan dibuka Dekan FEB Unisma, Nur Diana, S.E., M.Si., dengan dihadiri oleh segenap pimpinan FEB Unisma dan 400 mahasiswa studi akhir peserta tes kompetensi Digital Marketing pada beberapa waktu lalu.
Dekan FEB Unisma menyampaikan bahwa hal tes kompetensi menjadi kegiatan untuk terus mendorong peningkatan kompetensi para lulusan. Selain itu, rangkaian digital marketing ini bertujuan mengurangi kesenjangan antara kebutuhan kompetensi lulusan dengan harapan industri.
“Alhamdulillah kami Unisma bekerjasama dengan Asosiasi Digital Marketing Indonesia di tahun 2020, tentu tujuannya agar kurikulum yang akan diterapkan kepada perkuliahan baik di semester gasal ini berjalan dengan baik, terutama cara kita akan mengupdate konten pembelajaran. Kebutuhan era revolusi industri 4.0 dengan adanya dukungan teknologi, apalagi pengguna internet di Indonesia hampir 70%,” ujar Diana.
BACA JUGA:JAKA: Jangan Ada Pencopotan Baliho Ganjar-Mahfud di Jatim
Menurutnya, dunia industri harus turun tangan dan ikut andil dalam mengembangkan kurikulum. Untuk itu, Dekan berharap dari dunia profesi untuk memberikan masukan terkait konten yang harus dibenahi di kurikulum yang selama ini telah dibuat agar dapat dikemas dan dapat menghasilkan lulusan yang beradaptasi di era manapun dan dunia industri berperan.
“Tak luput juga aktivitas marketing yang dapat diintegrasikan secara global dengan memakai pemasaran digital dapat menjangkau target konsumen pada seluruh platform online, melalui situs web, email, SMS dan MMS, media awam, dan software,” lanjut Diana.
Dekan FEB mengutip hasil survei World Economics Forum 2022 bertajuk The Future Jobs tentang profesi digital marketing yang menjadi salah satu dari 10 profesi paling dicari. Oleh sebab itu, mahasiswa FEB Unisma saat lulus menjadi seorang sarjana tidak hanya berpikir untuk memperebutkan pekerjaan di dunia industri, tetapi perlu berpikir membuka lapangan pekerjaan baru untuk membangun perekonomian bangsa, terlebih lagi era digitalisasi.
Ia berpesan agar mahasiswa bersungguh-sungguh dan konsisten dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan fakultas.
“Ilmu dan skill yang Anda peroleh selama menjalani proses pendidikan digital marketing, dan akumulasi pengalaman menjadi bekal berharga untuk menempuh perjalanan hidup kedepan sebagai sarjana,” tutup Diana.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Malang Raya, Jumat 3 November 2023
Ditambahkan oleh Ketua Bidang Pendidikan dan Kerjasama Asosiasi Digital Marketing Indonesia, Agusti Aleandra memberikan materi tentang kebutuhan kompetensi digital marketing di dalam job market. Peserta menjalani ujian sertifikasi kompetensi digital marketing yang dilaksanakan atas kerja sama FEB Unisma dengan LSP Digital Marketing Indonesia (BNSP). Kelulusan ujian sertifikasi ini membuat mahasiswa punya modal besar dalam menghadapi persaingan setelah lulus kuliah.
Rudianto,S.Kom, Ketua Komite Skema LSP Digital Marketing Indonesia mengatakan beberapa hal sederhana dalam kurikulum ada industri, praktek, pendampingan, karena digital marketing terus berkembang sesuai adanya kampus merdeka yang digagas oleh Menteri Pendidikan. Ini dapat memfasilitasi dengan mengajak para expert, para profesional dari luar untuk menjadi pemateri juga.

“Inilah yang dapat diadaptasi kecepatan industri ini dengan kampus merdeka yang sekarang dilakukan. Ada beberapa hal mengenai digital marketing ini, contohnya saat pembuatan kurikulum dengan kementerian Pendidikan dan kementerian informasi, kita sempat menyampaikan ada beberapa cabang ilmu terutama di digital marketing ini selain sertifikasi,” ujarnya.
Dalam digital marketing memerlukan bukti dari keahlian. Oleh karena itu, seseorang yang pernah mempromosikan sesuatu dengan hasil akan lebih kuat dibandingkan mereka yang hanya berbekal sertifikat saja.
“Misalnya mampu mendatangkan berapa pengunjung, mampu ada interaksi yang luar biasa, mampu ada penjualan seberapa banyak, maka itu luar biasa,” tutup Rudianto. (Dan/Aje)






