Malang (beritajatim.com) – Paduan Suara Mahasiswa Gema Gita Bahana UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang memborong 5 penghargaan di ajang satu voice National Choir Festival.
Kategori yang diraih, yaitu best conductor Saddam Syafier Afyzon, gold medal kategori Flolklore tingkat perguruan Tinggi dengan nilai 93.19, Gold Medal Kategori Lagu Nasional tingkat perguruan Tinggi dengan nilai 92.10, Grand Champion Terbaik Pertama, Grand Champion Terbaik Kedua.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr HM Zainuddin MA mengapresiasi capaian prestasi para mahasiswa baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Upaya pengembangan dan pembinaan pada berbagai bidang yang ada di UIN Maliki Malang terus dilakukan.
BACA JUGA:
Rektor UIN Malang Ungkap Cara PT Hindari Lembah Kematian 4.0
“Pengembangan perguruan tinggi bersifat menyeluruh, baik Tridharma, akademik, kemahasiswaan, tata kelola kelembagaan dan SDM,” jelasnya ketika dihubungi.
Termasuk juga dalam bidang seni, dijelaskan Prof Zain sapaan akrab Rektor UIN Maliki Malang, juga menjadi perhatian dari UIN Malang. Khususnya dalam seni paduan suara, pembinaan intensif dilakukan agar paduan suara mahasiswa Gema Gita Bahana UIN Maliki Malang dapat menampilkan performa terbaik dalam sebuah ajang yang diikuti. “Selain pengembangan sains juga seni,” kata rektor asal Bojonegoro ini.
Selain menjadi upaya yang mendukung kemajuan lembaga yang saat ini sudah unggul, banyaknya prestasi yang diraih juga mendorong upaya internasionalisasi. Maka dari itu, Rektor berharap, agar mahasiswa UIN Malang lainnya juga mengukir prestasi dalam berbagai bidang.
BACA JUGA:
UIN Malang Dorong Digitalisasi Koperasi MI se-Kota Batu
Keberhasilan ini tidak luput dari bimbingan Insan Amuda selaku pengarah artistik, dukungan penuh dari pembina Dr. Penny Respati Yurisa, MPd., conductor Saddam Syafier Afyzon serta semua singer yang tiada lelah untuk selalu mau berusaha dan semangat untuk menjadi lebih baik lagi.
Paduan Suara Mahasiswa Gema Gita Bahana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berpartisipasi pada seluruh kategori di tingkat perguruan tinggi keagamaan. Tim dari UIN Malang pada kategori lagu nasional membawakan lagu berjudul Pesona Alamku – Komp. Gabriel Denis Devian dan Dari Sabang Sampai Merauke – Arr. Gabriel Denis Devian. Lalu untuk Folklore tim mebawakan lagu Sudah Berlayar – Arr. Budi Susanto Yohannes dan Cikala Le Pong Pong – Arr. Ken Steven.

The 1st SATU VOICE National Choir Festival merupakan ajang lomba dan silaturahim lembaga paduan suara tingkat pelajar SMA/MA/SMK/sederajat serta perguruan Tinggi Keagamaan Se-Indonesia. Salah satu maksud dan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan, menggali potensi dan keterampilan pelajar tingkat dan mahasiswa perguruan tinggi keagamaan bidang paduan suara.
Selain itu ajang ini untuk memperkuat tali silaturahmi dan kerjasama antarlembaga. Kegiatan The 1st Satu Voice National Choir Festival terdiri atas 2 tahapan, yaitu perlombaan seluruh peserta akan tampil di kategori yang diikuti, diberikan penilaian oleh dewan juri. Selanjutnya final Grand Prix, satu peserta terbaik dari setiap kategori dipilih untuk tampil pada Grand Prix untuk memperebutkan juara Grand Prix.
The 1st SATU VOICE Choir Festival dilaksanakan sejak 11 hingga 13 Juli 2023 di Kampus Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.
BACA JUGA:
Kajian Literasi UIN Malang, Ulil Abshar Abdalla Sampaikan Genealogi Moderasi Beragama
Selain untuk melanjutkan prestasi yang pernah ditorehkan sebelumnya, keikutsertaan UKM Paduan Suara Mahasiswa Gema Gita Bahana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam The ajang ini merupakan langkah awal dari Baladhitya Indonesia Goes to International Choir Festival Malaysia Choral Eisteddfod (MCE) 2023.
Baladhitya Indonesia merupakan nama yang digunakan oleh Paduan Suara Mahasiswa Gema Gita Bahana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di ajang Internasional. Tujuan mengikuti The 1st Choir Festival tentunya menjadi langkah awal dan mengukur kemampuan di kompetisi Internasional selanjutnya. [dan/suf]






