Surabaya (beritajatim.com) – Gula memiliki karakteristik masing-masing sesuai dengan jenisnya. Kebanyakan gula yang beredar di pasaran diekstraksi dari bit atau tebu dengan cara diproses kristalisasi.
Penderita diabetes dan penyintas diabetes membutuhkan kontrol asupan jumlah gula sehari-hari. Salah satu caranya dengan mempelajari karakter beberapa jenis gula sebagai alternatif yang lebih aman.
Berikut jenis-jenis gula dan manfaatnya yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Gula putih kristal biasa (halus)
Gula jenis ini dibuat dengan cara memurnikan gula yang ada pada tebu dan bit. Gula putih adalah jenis gula yang paling umum ada di pasaran. Biasanya digunakan untuk minuman, membuat manisan, memasak, dan bahan untuk memanggang.
2. Gula kastor
Gula kastor memiliki komposisi yang sama dengan gula biasa namun sedikit lebih lembut dan butirannya lebih kecil. Karena butirannya lebih kecil, gula ini jadi cepat larut, sehingga bisa digunakan untuk membuat meringue, sirup pencuci mulut, dan beberapa jenis makanan yang dipanggang.
[berita-terkait number=”5″ tag=kesehatan””]
3. Gula bubuk
Gula bubuk adalah gula putih biasa tetapi ditumbuk halus hingga menyerupai bubuk. Biasanya gula bubuk yang dijual di toko ditambahkan tepung jagung sebanyak tiga persen untuk mencegah penggumpalan. Gula jenis ini digunakan untuk membuat pasta gula, dekorasi kue, permen dan krim kocok.
4. Gula mentah (gula tebu)
Gula mentah (gula tebu) yang diekstraksi dari tebu namun dengan proses minimalis. Gula ini mengandung mineral yang belum dipisahkan dalam proses gula putih. Warnanya sedikit lebih gelap dari gula putih biasa dan butirannya sedikit lebih besar.
5. Gula merah
Gula merah mengandung 95 persen sukrosa dan 5 persen madu hitam atau molase tebu, yang menambah rasa dan kelembapan yang lebih enak daripada gula biasa. Meski begitu, kandungan nilai gizi gula ini masih terhitung sedikit. Gula merah mengandung sedikit potasium, magnesium, dan kalsium dalam jumlah kecil, sehingga tidak efektif sebagai pengganti sumber vitamin lain.
Gula merah terkadang digunakan dalam proses pemanggangan karena memberikan rasa dan finishing seperti karamel. Presentasi kekentalan dan molase pada gula merah tergantung pada sumber gula yang digunakan.
6. Gula fruktosa
Gula fruktosa juga dikenal sebagai gula buah rasanya lebih enak dari gula biasa. Rasanya yang lebih manis dari gula biasa menjadikan penggunaannya juga lebih sedikit. Misalnya jika biasanya kamu membutuhkan dua sendok gula biasa dalam secangkir kopi, dengan gula fruktosa kamu hanya perlu satu sendok teh saja.
Saat ini gula fruktosa sedang dipasarkan sebagai pengganti gula biasa, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Fruktosa memiliki kelemahan lain. Sel-sel hati bertanggung jawab atas metabolisme fruktosa, sehingga jika dikonsumsi berlebihan akan membebani kerja hati.
Konsumsi gula biasa merangsang insulin dan hormon kenyang. Sedangkan hal ini tidak terjadi saat mengonsumsi fruktosa, sehingga kemungkinan dapat meningkatkan rasa lapar.
Alternatif Alami yang Sehat Pengganti Gula Biasa
Berikut ini alternatif gula alami sebagai pengganti gula biasa :
- Ekstrak bunga dan daun Stevia. Tanaman ini dapat menyehatkan pankreas dan tidak menaikkan kadar gula dalam darah yang membuatnya aman bagi penderita diabetes. Serta baik untuk seseorang yang sedang dalam program penurunan berat badan.
- Madu putih adalah alternatif gula alami lainnya dan juga kaya akan vitamin dan antioksidan. Tidak disarankan untuk sering mengonsumsinya jika ingin menurunkan berat badan karena kalorinya yang tinggi.
- Kurma atau buah kering lainnya, seperti kismis dan aprikot bisa menjadi pilihan. Kurma kaya akan serat, potasium, serta vitamin dan mineral lain yang bermanfaat bagi tubuh.
- Gula kelapa adalah alternatif yang baik untuk pengganti gula biasa. Indeks glikemiknya hampir setengah dari indeks glikemik gula biasa. Meski begitu, para pengidap diabetes perlu dibatasi saat mengonsumsinya agar tidak berlebihan.
- Sirup maple adalah pengganti gula putih yang ideal, juga kaya akan antioksidan yang dapat melindungi Anda dari kanker dan penyakit jantung. Namun perlu diingat, para pengidap diabetes tidak boleh mengonsumsi sirup maple berlebihan. Sebab, kandungan gula sirup maple sangat tinggi.
Itulah gula alternatif yang dirangkum dari berbagai sumber untuk penderita diabetes. Namun, harus diingat bahwa artikel ini tidak menutup kemungkinan dari saran ahli. Konsultasikan dengan dokter jika ingin mengonsumsi gula alternatif yang sudah disebutkan di atas. (kai/nap)






