Mojokerto (beritajatim.com) – Ribuan pendaki diprediksi bakal melakukan pendakian ke Gunung Penanggungan di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78. Para pendaki akan melakukan tradisi upacara dan pengibaran bendera merah putih di gunung dengan ketinggian 1.653 mpdl tersebut.
Sekretaris Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Lestari Desa Tamiajeng, Khoirul Anam mengatakan, diprediksi lebih dari 2.000 pendaki akan menggelar upacara pada 17 Agustus 2023 mendatang. “Biasanya kurang lebih 2 ribu pendaki bahkan bisa lebih saat momen 17 Agustus di Gunung Penanggungan,” ungkapnya, Jumat (11/8/2023).
Anam menjelaskan, jika tahun sebelumnya pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 membludak. Lebih dari 3.000 pendaki mendaki gunung berapi yang memiliki puncak populer dengan nama Puncak Pawitra. Dalam bahasa Jawa Kuno, Puncak Pawitra memiliki arti suci tersebut.
“Kami pihak pengelola telah menyiapkan mekanisme untuk mengantisipasi membludaknya pendaki di Gunung Penanggungan. Terutama antisipasi kebakaran hutan menyusul bersamaan puncak musim kemarau. Para pendaki diminta menjaga attitude dan tidak membuat api unggun yang berpotensi memicu kebakaran hutan,” katanya.
Untuk itu, lanjut Anam, pihak pengelola akan memperketat pemeriksaan pendaki sebelum naik ke puncak Penanggungan. Pihak pengelola menggaungkan keselamatan pendakian terutama soal kebakaran hutan. Meski begitu, kata Anam, tidak ada pembatasan pendaki di saat hari kemerdekaan di Puncak Gunung Penanggungan.
BACA JUGA:
75 Anggota Mapala Diajak Jelajah Jalur Kuno Gunung Penanggungan
“Kalau pembatasan kemungkinan tidak, kita membebaskan pendaki yang mau merayakan momen kemerdekaan di Puncak Pawitra Gunung Penanggungan. Tapi tetap diimbau peralatan standar pendakian dan logistik pendaki. Ada tiga selter atau pos pendakian menujukan Puncak Pawitra yang dapat digunakan pendaki untuk camping ground atau tempat ngecamp para pendaki,” ujarnya.
Anam menjelaskan, puncak Bayangan di selter 1, 2 dan 3 cukup untuk sekitar 2.000 tenda pendaki. Anam tak menampik jika di peringatan hari kemerdekaan atensi dari para pendaki cukup luar biasa sehingga khusus untuk momen tanggal 16-17 Agustus, para pendaki dapat mendirikan tenda di puncak Gunung Penanggungan.
“Kami, pihak pengelola menerapkan kebijakan khusus di hari kemerdekaan sehingga para pendaki diperbolehkan untuk mendirikan tenda di kawasan Puncak Pawitra. Karena diprediksi para pendiri mulai memadati kawasan Gunung Penanggungan pada 15-17 Agustus. Karena biasanya sudah ramai sejak tanggal 15 Agustus mulai persiapan naik,” tuturnya.
BACA JUGA:
20 Hektare Lahan di Lereng Gunung Penanggungan Mojokerto Terbakar
Terutama pendaki rombongan karena khawatir tidak mendapat tempat saat mendirikan tenda untuk camping di puncak Gunung Penanggungan. Anam menambahkan, setidaknya ada tiga jalur pendakian di Gunung Penanggungan yakni via Tamiajeng Kecamatan Trawas, Seloliman dan Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Sekedar diketahui, lebih dari 3.000 pendaki merayakan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 77 di Gunung Penanggungan Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (17/8/2022). Bendera merah putih sepanjang 400 meter dikibarkan di puncak Gunung Pawitra tersebut. [tin/but]
![Pendaki Gunung Penanggungan Diprediksi Membludak di 17 Agustus Pengibaran bendera Merah Putih di Gunung Penanggungan pada peringatan HUT RI ke-77 tahun 2022 lalu. [Foto : dok]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20220817-WA0039_VB74wFYv4u_iIrIdpnn7I-1024x577.jpeg)





