Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah fasilitas umum berupa pagar pembatas besi dan lampu hias di Jalan Walikota Mustajab, Kelurahan Ketabang, Surabaya, dilaporkan hilang. Kejadian yang berada tepat di depan kawasan Grand City itu menjadi sorotan publik setelah fotonya beredar di media sosial dan memicu beragam komentar dari warganet.
Hilangnya pagar besi dan lampu hias diduga akibat aksi pencurian oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, kondisi kawasan yang sebelumnya tertata rapi kini terlihat kurang sedap dipandang. Selain mengurangi nilai estetika kota, hilangnya fasilitas tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Dalam unggahan yang viral di Instagram, tampak beberapa bagian pagar pembatas sudah tidak berada di tempatnya. Lampu hias yang biasanya menghiasi jalur pedestrian juga dilaporkan ikut raib.
“Gimana ya, kota sudah dibangun bagus-bagus tapi kok ya ada saja yang merusaknya,” tulis @abdulmananbasuki, selaku pengunggah, Kamis (16/7/2026).
Peristiwa ini langsung mengundang reaksi dari masyarakat. Banyak warganet menyayangkan masih adanya aksi perusakan maupun pencurian terhadap fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah.
Komentar tersebut mendapat dukungan dari pengguna media sosial lainnya yang ikut geram. Terlebih warganet juga menyoroti lokasi kejadian yang dinilai cukup strategis. Pasalnya, pagar besi dan lampu hias yang hilang berada tidak jauh dari rumah dinas Wali Kota Surabaya. “Padahal itu dekat dengan rumah dinas wali kota, kebacut,” tulis akun @samsul.bahri4545.
Banyak warga berharap kejadian serupa segera ditindaklanjuti agar tidak kembali terulang di lokasi lain. Mereka menilai hilangnya fasilitas umum bukan hanya persoalan kerugian material, tetapi juga mencerminkan rendahnya kepedulian sebagian pihak terhadap aset milik bersama.
Sejumlah netizen menyarankan agar aparat segera melakukan penelusuran melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi. Selain itu, ada pula yang meminta agar dilakukan pengawasan terhadap tempat penjualan besi bekas atau pasar loak yang diduga berpotensi menjadi lokasi penjualan hasil curian.
Beberapa komentar bernada satir juga bermunculan. Salah satunya mengusulkan agar pagar besi diganti dengan pembatas berbahan beton agar tidak mudah dicuri.
“Percuma dipasang pagar besi kalau daerah situ. Mending dibuat cor beton saja biar pencuri besi tidak punya kesempatan,” tulis salah seorang warganet.
Kasus hilangnya fasilitas umum seperti pagar besi, lampu penerangan, hingga penutup saluran air sebenarnya bukan kali pertama terjadi di berbagai wilayah Surabaya. Aksi pencurian terhadap aset publik tidak hanya merugikan pemerintah dari sisi anggaran perbaikan, tetapi juga berdampak pada kenyamanan, keamanan, dan keindahan lingkungan kota.
Masyarakat berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum dapat meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan, termasuk mengoptimalkan pemantauan CCTV serta patroli rutin. Di sisi lain, partisipasi warga dalam melaporkan aktivitas mencurigakan juga dinilai penting untuk menjaga fasilitas umum agar tetap terawat dan dapat dinikmati bersama. (fyi/kun)






