Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) melaporkan lonjakan drastis jumlah pelamar Seleksi Independen yang meroket hingga menembus angka 10.914 pendaftar sesaat setelah pengumuman kelulusan SNBT dirilis. Di sisi lain, Universitas Negeri Malang (UM) memperluas jangkauan seleksi dengan bersiap menggelar Tes Mandiri Berbasis Komputer (TMBK) 2026 secara serentak di enam kota besar di Indonesia.
Di UB, antusiasme calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di kampus biru ini terlihat dari statistik pendaftaran Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya (SMUB) Tahun Akademik 2026/2027. Sebelum hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) diumumkan pada 25 Mei lalu, jumlah pendaftar masih berada di angka moderat.
Sekretaris Direktorat Administrasi dan Pelayanan Akademik UB, Arif Hidayat, S.Kom., M.M., mengungkapkan fenomena “meroketnya” jumlah pelamar ini terjadi secara instan setelah pengumuman kelulusan nasional tersebut dirilis ke publik.
“Sejak pengumuman SNBT pada tanggal 25, jumlah pelamar untuk Seleksi Independen terus meningkat. Kemarin, sebelum pengumuman, ada sekitar 4.000, bahkan tidak sampai 5.000, tetapi sekarang meningkat menjadi 10.914,” kata Arif saat mempresentasikan data pelamar jalur rapor per 26 Mei 2026.
Tahun ini, UB menawarkan skema seleksi yang komprehensif melalui empat jalur utama. Jalur pertama adalah Seleksi Independen Jalur Laporan Nilai yang mengedepankan rekam jejak akademik siswa selama di sekolah menengah. Jalur ini menjadi favorit bagi mereka yang memiliki konsistensi nilai rapor yang baik.
Arif menjelaskan bahwa jalur rapor ini bersifat inklusif bagi semua lulusan. “Jadi, mereka yang mendaftar melalui jalur rapor, baik yang memiliki prestasi atau tidak. Selama mereka percaya diri dengan nilai rapor mereka, mereka dapat mendaftar melalui jalur rapor. Tetapi jika mereka memiliki prestasi, prestasi tersebut juga akan dipertimbangkan; prestasi tersebut harus diunggah jika ada,” jelasnya merinci syarat dokumen pendukung.
Selain jalur rapor, UB membuka Jalur Prestasi untuk calon mahasiswa dengan pencapaian luar biasa di bidang akademik maupun nonakademik. Arif menekankan bahwa pada jalur ini, sertifikat kejuaraan menjadi penentu utama.
“Jalur prestasi ini memprioritaskan pencapaian. Jadi, mereka harus memiliki prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Mereka harus mengunggah maksimal tiga prestasi tertinggi. Kemudian, nilai rapor mereka akan digunakan sebagai poin tambahan,” tambahnya.
Pendaftaran untuk kedua jalur tersebut ditutup pada 28 Mei. Namun, bagi mereka yang belum beruntung, UB masih membuka pintu melalui Jalur Nilai UTBK yang dimulai pada 1 Juni, serta jalur khusus inklusif melalui Seleksi Mandiri untuk Penyandang Disabilitas (SMPD) guna menjamin kesetaraan akses pendidikan.
Sementara itu, di UM persiapan pelaksanaan Tes Mandiri Berbasis Komputer (TMBK) 2026 telah mencapai tahap final. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, UM memperluas jangkauan lokasi ujian guna memudahkan akses bagi calon mahasiswa dari luar pulau.
Direktur Pendidikan UM, Evi Eliyanah, menyatakan bahwa ujian akan digelar di lokasi-lokasi strategis seperti Jakarta, Balikpapan, dan Bandung pada 6–7 Juni, disusul Medan, Yogyakarta, dan Lombok pada 8–9 Juni. Puncaknya, ujian di kampus pusat Malang akan dilaksanakan pada 12–13 Juni 2026.
Keamanan dan integritas menjadi sorotan utama UM. Mengingat tingginya persaingan, universitas telah melakukan pembaruan teknologi pada sistem ujian untuk mencegah praktik kecurangan seperti perjokian atau kerja sama antarpeserta.
“Kami memperkuat browser yang digunakan sehingga peserta tidak dapat membuka aplikasi lain selama ujian. Selain itu, sistem pengacakan soal dibuat lebih bervariasi sehingga peserta yang berdampingan tidak memperoleh soal maupun urutan soal yang sama,” ujar Prof. Evi saat diwawancarai pada Kamis (2/6/2026).
UM menyediakan 67 laboratorium komputer dengan standar operasional yang ketat, menyerupai protokol pelaksanaan UTBK nasional. Setiap peserta wajib melewati prosedur security check dan pemeriksaan identitas berlapis sebelum memasuki area ujian.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kuota yang tidak terpenuhi, pihak UB memberikan sinyal kemungkinan pembukaan jalur tambahan di fase akhir. Namun, Arif Hidayat menegaskan bahwa opsi ini sangat terbatas bagi program studi tertentu seperti Pendidikan Kejuruan dan PSDKU Kediri guna memastikan seluruh daya tampung universitas terisi secara optimal sesuai target nasional. (dan/kun)






