Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemulangan jenazah Rizal Sampurna, pekerja migran asal Banyuwangi yang meninggal dunia di Kamboja, dijadwalkan akan dilakukan pada 9-10 Mei mendatang. Namun, pelaksanaan agenda ini masih bergantung pada pelunasan biaya pemulangan yang telah disepakati.
Kuasa Hukum Keluarga Rizal, Bagus Trisula, menyampaikan bahwa jenazah saat ini disimpan di persemayaman di Phnom Penh. Ia mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah menerima rincian biaya pemulangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.
“Dalam surat yang diterimanya, total biaya pemulangan Rizal mencapai 7.800 dolar US atau sekitar Rp 120 juta – Rp 128 juta,” ujarnya.
Menurut Bagus, rincian biaya tersebut meliputi angkutan udara, layanan maskapai, gudang bandara, pemeriksaan sinar-X, izin bea cukai, formalitas dokumen di bandara, penerjemahan dokumen, akta kematian, pembalsaman, peti mati, transportasi lokal, serta penyimpanan dingin.
“Informasi ini sudah kami koordinasikam dengan Disnaker Banyuwangi dan P4MI. Pemulangan memungkinkan dilakukan pada tanggal 9-10, karena ditanggal tersebut ada jadwal penerbangan direct dari Kamboja ke Jakarta,” kata Bagus.
Bagus juga menambahkan bahwa seluruh biaya pemulangan jenazah akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Saat ini, pihaknya masih menunggu proses realisasi anggaran yang sedang dalam tahap pengajuan.
“Kami sangat berterimakasih kepasa Pemkab Banyuwangi. Harapan kami sebelum tanggal 9 sudah bisa ditransfer uangnya ke kedubes Kamboja. Sehingga Rizal bisa segera dipulangkan,” tegasnya.
Ia berharap dalam beberapa hari ke depan seluruh proses koordinasi dan dokumentasi dapat segera terselesaikan, agar keluarga dapat segera menerima kepulangan jenazah Rizal.
“Kami berharap semua dapat berjalan lancar. Banyak pihak yang membantu dan berharap permasalahan ini selesai,” pungkasnya. [alr/beq]






