Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya, berunjuk rasa ke Pemkab Sumenep, Rabu (18/08/2021). Mereka menamakan aksinya sebagai aksi bela petani tembakau.
“Nasib petani tembakau kita terpuruk. Harga tembakau tidak ada kepastian,” kata Korlap Aksi, Andi firdaus.
Mereka membentangkan spanduk putih di depan pagar masuk Kantor Bupati Sumenep. Spanduk itu bertuliskan ‘Aksi Bela Petani Tembakau’. Selain itu, peserta aksi juga membawa poster bertuliskan, ‘Tembakau murah kita gagal nikah’.
Para pemuda berorasi, meminta agar Bupati peduli terhadap nasib petani tembakau. Mereka menilai, selama ini pemerintah tutup mata terhadap para petani tembakau.
“Harga tembakau petani dipermainkan. Tidak ada jaminan dan kepastian harga. Pemerintah hanya diam saja. Pak Bupati, temui kami. Kami ingin bicara. Dengarkan jeritan para petani tembakau,” teriaknya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura-raya”]
Hingga aksi berakhir, tidak tampak satupun pejabat Pemkab Sumenep yang keluar menemui para pengunjuk rasa. Akhirnya mereka membubarkan diri dan berjanji akan datang lagi dengan aksi yang lebih besar.
“Kami akan terus menerus melakukan aksi, sampai tuntutan kami didengar Bupati. Kami titipkan spanduk aksi bela petani tembakau ini di pintu Pemkab. Awas, jangan sampai ada yang berani menurunkan. Kami akan kembali kesini,” ucapnya. (tem/ted)






