Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyalurkan bantuan sosial (bansos) tunai kepada 294 tukang becak kurang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Penyaluran bantuan sebesar Rp350.000 per orang tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Mojokerto tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Sabha Kridatama Rumah Rakyat ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah pada Selasa (3/3/2026). Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memfokuskan bantuan ini untuk membantu warga menghadapi tren kenaikan harga kebutuhan pokok sebelum Lebaran.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menyebutkan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian rutin pemerintah daerah setiap tahunnya.
“Bansos untuk tukang becak ini kita berikan setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri, karena kita tahu bahwa harga-harga menjelang Lebaran cenderung naik dibandingkan hari biasa,” ungkapnya.
Ning Ita menyadari bahwa fluktuasi harga pangan menjelang Idul Fitri sering kali menjadi tantangan berat bagi para pekerja sektor informal. Bantuan tunai tersebut diharapkan menjadi bantalan ekonomi yang efektif agar para tukang becak dapat merayakan hari raya dengan layak.
“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga, sehingga para penerima bisa menyambut hari raya dengan bahagia,” tambahnya.
Selain menyasar tukang becak, Pemkot Mojokerto juga menyiapkan skema bantuan serupa untuk berbagai kelompok rentan lainnya di wilayah kota. Daftar penerima manfaat mencakup penyandang disabilitas, anak yatim piatu nonpanti, serta para lansia yang masuk kategori kurang mampu.
Langkah ini diambil untuk memastikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat di Jawa Timur. Program bantuan sosial yang berkelanjutan diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. [tin/beq]






