Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus menggencarkan Gerakan Cabenisasi sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Dalam kegiatan tersebut, setiap RT di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon mendapatkan bantuan bibit tanaman untuk dibagikan kepada warga.
Bantuan tersebut meliputi 300 bibit cabai, 150 bibit bungkul, dan 150 bibit kangkung per RT, sebagai upaya mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari turun langsung memberikan penguatan kepada masyarakat di Kelurahan Pulorejo.
Ning Ita (sapaan akrab, red) menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada komoditas utama seperti beras atau jagung, tetapi juga komoditas pendukung seperti cabai yang memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas harga.
“Ketahanan pangan itu tidak hanya bahan pokok seperti beras, jagung, singkong, tebu dan lain sebagainya, tetapi cabai ini juga bagian dari program ketahanan pangan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam menanam cabai secara mandiri dapat menjadi solusi efektif menekan gejolak harga di pasaran,” ungkapnya, Selasa (5/5/2026).
Jika setiap rumah memiliki tanaman cabai sendiri, lanjutnya, ketergantungan terhadap pasar akan berkurang. Menurutnya, jika masing-masing rumah sudah punya 10 pohon cabai, maka lonjakan harga cabai di pasar bisa ditekan, karena setiap rumah sudah memiliki cabai sendiri.
“Langkah ini juga menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas. Supaya saat harga cabai melonjak tinggi, kita tidak perlu membeli di pasar karena sudah bisa memanen dari pekarangan rumah sendiri,” katanya.
Selain di Pulorejo, sosialisasi Gerakan Cabenisasi juga dilakukan di Kelurahan Wates untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat melalui optimalisasi lahan pekarangan.
Program pemanfaatan pekarangan tersebut juga menjadi salah satu indikator dalam penilaian Budaya RT Berseri, sebuah inisiatif yang digagas Pemkot Mojokerto guna meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat. [tin/suf]






