Ringkasan Berita
* Fasilitas Mini LNG Plant milik PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Tuban, Jawa Timur, resmi beroperasi dengan nilai investasi Rp 1,1 triliun untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
* Proyek ini mampu mengolah gas bumi sebesar 15 MMSCFD menjadi 55.300 ton LNG, 9.800 ton LPG, dan 19.600 barel kondensat per tahun, dengan fokus utama sebagai substitusi impor energi bagi sektor industri di Jawa dan luar Pulau Jawa.
* Kehadiran pabrik ini juga menyerap 330 tenaga kerja dan menjadi langkah strategis pemerintah dalam transisi energi serta peningkatan nilai tambah sumber daya alam domestik.
———————————————————-
Tuban (beritajatim.com) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi meresmikan fasilitas Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant milik PT Sumber Aneka Gas (SAG) yang berlokasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Fasilitas strategis yang dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp 1,1 triliun ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.
Dalam operasionalnya, fasilitas ini mengolah gas bumi dengan kapasitas 15 MMSCFD yang bersumber dari Lapangan Sumber 1-A yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java. Kerja sama ini ditargetkan berlangsung hingga tahun 2036. Kapasitas produksi maksimal tahunan yang dihasilkan meliputi 55.300 ton LNG, 9.800 ton Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan 19.600 barel kondensat. Selain itu, tersedia pula fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) dengan kapasitas 6 MMSCFD.
Bahlil Lahadalia menekankan bahwa kehadiran fasilitas ini berperan krusial dalam menekan angka impor energi. Melalui produksi domestik yang terserap penuh oleh sektor industri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan energi luar negeri. Pemerintah saat ini juga tengah menguji coba tabung CNG dengan tekanan 200 hingga 250 bar untuk kebutuhan rumah tangga sebagai pengganti LPG 3 kilogram, yang diharapkan rampung pada Juli atau Agustus mendatang.
Direktur Utama SAG, Agustus Sani Nugroho, menyatakan bahwa pasar untuk produk LNG saat ini sangat prospektif, bahkan cenderung mengalami kelebihan permintaan.
Saat ini, produksi dari fasilitas Tuban telah memiliki pasar yang pasti di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga ke luar Pulau Jawa seperti Sulawesi.
“Saat ini konsumen kami yang paling dekat adalah PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI),’ tambahnya.
Terkait operasional awal, perusahaan melakukan ramp-up pasokan gas dengan Pertamina, dimulai dari kapasitas 12 MMSCFD menuju target maksimal 15 MMSCFD.
Lebih lanjut, fasilitas ini juga memberikan dampak sosial ekonomi yang nyata bagi daerah. Selama fase pembangunan hingga operasional, proyek ini berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 330 orang. Kehadiran Mini LNG Plant ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak aktivitas industri di daerah sekaligus menjadi bukti komitmen PT Super Energy Tbk, induk usaha SAG, dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan ketahanan energi nasional.[rea]






