Blitar (beritajatim.com) – Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) Rastrada di Kota Blitar terus menyusut setiap tahapnya. Pada tahap ketiga kali ini jumlah penerima bansos rastrada mengalami penyusutan sebanyak 35 kepala keluarga.
Artinya ada 35 kepala keluarga di Kota Blitar yang tidak menerima uang bansos Rastrada pada tahap ke 3 ini. Padahal pada tahap ke 2 penyaluran kemarin, mereka masih mendapatkan jatah voucher uang senilai Rp 390.000 yang dapat ditukarkan dengan dua jenis pilihan beras, premium dan medium.
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Sad Sasmintarti, menjelaskan bahwa penyusutan tersebut terjadi karena adanya penyesuaian data penerima pada tahap ke 3 ini. Dimana jumlah KPM mengalami penurunan sekitar 35 orang, dari yang semula 7.751 KPM kini menjadi 7.716 KPM.
Menurutnya, pembaruan data ini penting untuk memastikan bantuan tersalurkan secara akurat dan tidak ada tumpang tindih. Sehingga diharapkan bantuan Rasatrada bisa lebih tepat sasaran.
“Data penerima selalu dinamis. Penurunan kali ini disebabkan beberapa faktor, seperti ada warga yang meninggal dunia tanpa ahli waris, atau terdeteksi menerima bantuan ganda. Ini bagian dari upaya kami agar penyaluran lebih akurat,” jelas Sad Sasmintarti pada Rabu (01/09/2025).
Meski ada pengurangan jumlah, namun Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa Rastrada adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari. Pria yang akrab disapa Mas Ibbin ini berharap program tersebut dapat tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang signifikan.
“Rastrada hari ini disalurkan secara simbolis di tiga kelurahan. Ini adalah bentuk perhatian kami kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang berhak menerima bantuan. Semoga ini benar-benar memberikan manfaat nyata,” ujar Mas Ibbin dengan penuh harap. (owi/ian)






