Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyiapkan anggaran khusus bagi para santri yang akan kembali ke pondoknya setelah mudik lebaran 2026.
Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan Sumenep, Ahmad Dzulkarnain mengatakan, saat ini anggaran yang dialokasikan untuk program balik gratis masih tersisa sekitar Rp 300 juta.
“Dengan anggaran itu, diperkirakan dapat mengakomodasi sekitar 4.000 santri untuk kembali ke pondoknya setelah mereka mudik lebaran,” katanya, Jumat (27/03/2026).
Ia memaparkan, program balik gratis bagi para santri tersebut dilakukan melalui mekanisme pengajuan dari masing-masing Pondok Pesantren. Dengan demikian, diharapkan pendataan peserta lebih rapi, terkoordinir dengan baik, dan tepat sasaran.
“Sudah ada beberapa pondok pesantren yang mengajukan permohonan santrinya sebagai peserta program balik gratis. Biasanya mulai akhir Maret ini, jumlah pemohon sebagai peserta program balik gratis bagi santri ini akan terus bertambah,” terangnya.
Ia menambahkan, program balik gratis tersebut memang tidak bisa mencakup seluruh masyarakat, karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Saat ini prioritas kami pada para santri. Nanti apabila masih ada sisa anggaran, maka akan kami pertimbangkan untuk kelompok lain,” ujarnya.
Ia pun berharap pada para pemudik yang akan kembali ke tempat kerjanya untuk menggunakan armada resmi dan mematuhi jadwal keberangkatan guna menghindari kepadatan di pelabuhan maupun terminal.
“Kami bersama aparat kepolisian dan TNI telah menyiapkan posko-posko, untuk memastikan para pemudik dalam keadaan aman dan lancar saat kembali ke tempat kerja masing-masing,” pungkasnya. (tem/ian)






