Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep segera melakukan perbaikan terhadap tembok pembatas Lapangan Kerapan Sapi Giling yang roboh saat final Lomba Karapan Sapi ‘Pakar Sakera’ Piala Bupati Cup 2025.
“Ini memang musibah. Penonton membeludak. Ada yang manjat tembok. Sudah berulangkali diingatkan melalui pengeras suara, tapi tidak diindahkan. Penonton tetap ada di atas tembok. Temboknya ringkih, hingga akhirnya roboh,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, Senin (23/06/2025).
Ia menjelaskan, pagar di sekeliling lapangan Giling akan segera diperbaiki untuk persiapan pelaksanaan Piala Presiden dan eks- Karesidenan.
“Pak Bupati sudah meminta agar kami bekerjasama dengan Dinas PUTR dan Bappeda, untuk segera memperbaiki dan memperhatikan pagar keliling lapangan,” terangnya.
Selain itu, lanjut Iksan, juga akan dilakukan perbaikan tribun sisi selatan. Namun semuanya masih melihat kekuatan anggaran, mengingat pembahasan APBD perubahan telah selesai dilakukan.
“Kalau terpaksa anggarannya tidak cukup, maka pagar sekeliling lapangan sementara akan menggunakan bambu. Kami upayakan ada anggaran selain APBD untuk perbaikan fasilitas Lapangan Giling. Mungkin nanti ada dana CSR, bisa kita gunakan,” paparnya.
Pada Minggu (22/06/2025), pagar tembok pembatas Lapangan Kerapan Sapi Giling, Sumenep, roboh saat lomba Kerapan Sapi se- Madura. Tembok pagar yang roboh itu pembatas penonton sisi sebelah timur atau di garis finish. Dalam musibah itu, 1 korban meninggal dan 3 korban luka-luka.
Korban meninggal atas nama Sueb (60), warga Desa Aeng Merah, Kecamatan Batuputih. Sedangkan tiga korban luka atas nama Aldi (35), warga Desa Batuputih Laok, Sudahnan (55), warga Desa Tenonan Kecamatan Manding, Ahmad Baidi (40), warga Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan. Korban luka hingga saat ini masih dirawat intensif di RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep.
Pagar tembok pembatas sisi timur Lapangan Giling yang roboh itu berukuran panjang 25 meter dan tinggi 4 meter. Pagar itu berbatasan langsung dengan Masjid Al-Muhajirin Desa Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep. (tem/but)






