Ponorogo (beritajatim.com) – Pemkab Ponorogo mulai menyalurkan bantuan cadangan pangan kepada 102.206 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahun 2023 ini. Penyaluran bantuan ini, mulai dilakukan hari ini Senin (10/04) di tiap-tiap balai desa/kelurahan di Kabupaten Ponorogo.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pun terjun langsung untuk mengecek penyaluran bantuan cadangan pangan tersebut. Orang nomor satu di Kabupaten Ponorogo itu, mengunjungi penyaluran bantuan cadangan pangan di Desa Ronosentanan Kecamatan Siman. Hal itu dilakukan untuk melakukan pengecekan penyaluran bantuan di desa tersebut.
“Hari ini mulai dilakukan penyaluran bantuan cadangan pangan dari Pemerintah. Ini berkunjung ke beberapa desa untuk melakukan pengecekan. Salah satunya Desa Ronosentanan ini,” kata Bupati Sugiri, Senin (10/04/2023).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/pemilik-angkringan-magetan-tak-sangka-anies-baswedan-mampir/
Bantuan cadangan pangan yanh diberikan kepada masyarakat ini, berupa beras sebanyak 10 kilogram, telur dan daging. Bantuan ini bakal disalurkan sebulan sekali dalam kurun waktu tiga bulan. Yakni bulan Maret, April, dan Mei.
“Hari ini penyaluran bulan Maret. Tadi penyerahan awal berupa beras 10 kilogram. Sementara untuk lauk yakni telur dan daging akan disusulkan lagi pada bulan Mei nanti,” katanya.
Kang Giri menyebut bahwa adanya bantuan cadangan pangan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan ini, sebagai wujud hadirnya Pemerintah. Bantuan cadangan pangan yang diberikan oleh Pemerintah, bertujuan untuk pengendalian inflasi. Sekaligus juga untuk menjaga stabilitas harga pangan ditingkat produsen dan konsumen.
‘Ini wujud hadir Pemerintah untuk masyarakatnya. Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinsos P3A Ponorogo Supriyadi. Dia menjelaskan bahwa bantuan itu mulai bulan Maret. Namun, untuk bulan itu baru bisa disalurkan pada bulan April ini. Supri menargetkan penyaluran bulan Maret sudah selesai pada tanggal 19 April 2023.
“KPM untuk bantuan cadangan pangan itu, hampir sama dengan KPM BPNT dan PKH,” pungkasnya. (End






