Pasuruan (beritajatim.com) – Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan UINSA Surabaya resmi diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan yang digelar beberapa hari kemarin. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan RSUD Bangil yang kini berstatus BLUD.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyampaikan bahwa RSUD Bangil sebagai rumah sakit daerah memiliki peran berbeda dibandingkan fasilitas kesehatan swasta. Menurutnya, seluruh pendapatan rumah sakit harus kembali pada masyarakat dalam bentuk peningkatan layanan.
“Ketika RSUD mendapatkan keuntungan, itu dipakai untuk pengembangan layanan publik,” ujar Rusdi. Ia menegaskan bahwa orientasi RSUD bukan mencari keuntungan pribadi seperti rumah sakit swasta.
Bupati juga mendorong lahirnya lebih banyak dokter Muslim yang berkualitas, terutama karena mayoritas masyarakat Kabupaten Pasuruan beragama Islam. Ia berharap UINSA dapat menjadi wadah untuk mencetak tenaga kesehatan berkualitas yang siap mengabdi di daerah.
“Indonesia ini mayoritas Muslim, dan kita ingin dokter-dokter hebat juga lahir dari umat Islam,” ucapnya. Rusdi menyebut Kabupaten Pasuruan memiliki banyak pesantren yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan.
Pemerintah daerah saat ini sedang membangun klinik pesantren sebagai pilot project yang memadukan pendidikan dan pelayanan masyarakat. Bupati menilai fasilitas ini akan memberi manfaat ganda, baik untuk santri maupun warga sekitar.
[irp posts=”1438033″ ]
Ia menyampaikan terima kasih kepada UINSA yang telah berkomitmen memperkuat kerja sama dengan RSUD Bangil. Rusdi berharap kesepakatan ini menjadi langkah awal peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
“Tahun depan target kami RSUD Bangil menjadi rumah sakit pendidikan,” jelasnya. Ia memastikan pemkab terus melengkapi fasilitas agar memenuhi standar rumah sakit pendidikan.
Bupati juga berharap UINSA memberikan kuota khusus bagi putra-putri Kabupaten Pasuruan yang ingin menempuh pendidikan kedokteran. Seleksi tetap dilakukan secara kompetitif dan tanpa titipan.
“Kami siapkan juga lahan jika UINSA ingin membangun kampus ketiga di Pasuruan,” tegas Rusdi. Ia menambahkan bahwa hingga kini Pasuruan belum memiliki universitas berskala nasional meski menjadi daerah penopang Surabaya dan Sidoarjo. [ada/aje]






