Pasuruan (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Pasuruan memberikan tali asih kepada para veteran dan istri warakawuri sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan. Kegiatan ini digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan dengan suasana penuh haru dan kebanggaan.
Penyerahan dilakukan secara simbolis di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bangil pada Senin (10/11/2025). Sebanyak 40 veteran dan istri warakawuri menerima paket sembako, disusul dengan pemberian bantuan serupa kepada para petugas TMP di beberapa wilayah seperti Sukorejo, Grati, Rejoso, Pasrepan, Puspo, dan Tosari.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada para pejuang yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa. Menurutnya, penghargaan yang diberikan ini hanyalah bentuk kecil dari rasa terima kasih pemerintah dan masyarakat terhadap jasa besar para pahlawan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan mereka tidak pernah dilupakan. Tali asih ini simbol penghormatan, semoga menjadi penyemangat bagi kita semua untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan,” ujar Bupati Rusdi.
Upacara Hari Pahlawan tahun ini sebelumnya digelar di halaman kantor bupati dengan dipimpin langsung oleh Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Inf Boga Bramiko. Dalam amanatnya, ia membacakan pesan dari Menteri Sosial RI yang mengingatkan pentingnya melanjutkan semangat juang di masa modern.
“Sekarang perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, tetapi dengan ilmu dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama — membela yang lemah dan menegakkan keadilan,” kata Letkol Boga saat upacara.
Ia juga menegaskan bahwa generasi muda harus mampu menjaga semangat kebangsaan dan tidak terjebak dalam arus disinformasi di era digital. Nilai-nilai kepahlawanan, kata dia, harus menjadi pegangan dalam menghadapi perubahan zaman.
Sementara itu, Ketua LVRI Kabupaten Pasuruan, Puji Wiratno, menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Pemkab Pasuruan kepada para veteran. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan LVRI terus berlanjut terutama dalam menanamkan semangat perjuangan kepada generasi muda.
“Jangan pernah melupakan sejarah. Anak-anak muda sekarang perlu dibekali nilai-nilai semangat juang ’45 agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah,” ujarnya.
Puji juga berpesan agar pelajar di tingkat sekolah dasar mulai dikenalkan dengan nilai nasionalisme dan semangat kebersamaan sejak dini. “Ini penting sebagai fondasi karakter bangsa agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan cinta tanah air,” pungkasnya. (ada/ian)






