Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, mulai mendistribusikan nomor undi bagi para pedagang Pasar Kolpajung, guna menempati Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Lapangan Kowel, Kelurahan Kowel, Pamekasan.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya relokasi bagi para pedagang di kompleks pasar tradisional di wilayah setempat, khususnya pasca adanya kepastian proses pembangunan Pasar Kolpajung pada tahun ini.
Terlebih proses pembangunan tersebut, nantinya diharapkan tidak menutup lapak pedagang dengan cara memfasilitasi mereka melalui TPS di Lapangan Kowel. Sehingga para pedagang tetap bisa menikmati tata niaga dengan nyaman.
“Untuk proses relokasi ini kita menunggu kepastian jadwal pembangunan fisik (Pasar Kolpajung), dan kami sudah memerintahkan Kabid Pasar untuk koordinasi bersama perwakilan Kementerian PUPR ke Surabaya,” kata Plt Kepala Disperindag Pamekasan, Basri Yulianto, Kamis (23/2/2023).
BACA JUGA:
Bupati Pamekasan Resmikan Pasar Tangguh Bencana
Dengan langkah tersebut, pihaknya berharap proses relokasi dapat berjalan maksimal sebelum tahap pembangunan dimulai. Sehingga saat proses pembangunan, para pedagang sudah pindah ke TPS yang sudah disediakan berdasar nomor undian.
“Jadwal pembagian nomor undi bagi ratusan pedagang di Pasar Kolpajung, kita lakukan dalam lima hari, terhitung sejak Senin hingga Jumat (20-24/2/2023) besok,” ungkap pria yang juga tercatat sebagai Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan.
Pembagian nomor undi bagi ratusan pedagang tersebut, dibagi berdasar jenis dagangan dan lapak pedagang. Hari pertama terdapat sebanyak 444 pedagang konveksi, disusul 433 pedagang meracang pada hari kedua, 101 pedagang daging, serta untuk 44 pedagang mamin pada hari keempat.
Pada hari terakhir, difokuskan untuk 92 pedagang ikan, 38 pedagang selip, 21 pedagang pecah belah, 12 pedagang elektronik, serta 28 pedagang sepeda. “Dengan adanya nomor undi, nanti pedagang bisa tahu mereka menempati kios nomor berapa. Sehingga saat relokasi, mereka sudah tahu titik yang harus mereka tempati,” jelasnya.
BACA JUGA:
Gambar ‘Kepala Bupati Pamekasan’ Terpotong di Brand Mobil Sigap
Langkah tersebut juga sengaja dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memastikan tidak ada permainan dalam menentukan TPS di Lapangan Kowel. Sehingga diharapkan tidak ada lagi keluhan karena sudah dilakukan dengan transparan.
“Artinya setelah mereka tahu titik yang harus mereka tempati, nanti baru kita lakukan relokasi khususnya setelah koordinasi dengan Kementerian PUPR. Setelah itu baru proses pengosongan dan dibongkar, sehingga saat hendak melaksanakan pekerjaan, lahan (Pasar Kolpajung) sudah siap,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Sekda Pamekasan Dimutasi sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan
Tidak hanya itu, posisi kios di TPS Lapangan Kowel, juga disesuaikan berdasar klaster pedagang. “Kita konsep dengan formasi klaster, kios khusus pedagang ikan dan lainnya. Artinya tidak mungkin kios pedagang ikan bercampur dengan pedagang elektronik,” sambung Basri Yulianto.
“Jadi (TPS Lapangan Kowel) ini sifatnya sementara, nanti kalau Pasar Kolpajung sudah selesai dibangun akan representatif sekali, karena dikonsep pasar modern,” pungkasnya. [pin/suf]






