Ringkasan Berita:
- Sebanyak 27 desa di 10 kecamatan di Bangkalan mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
- Sebanyak 15.789 kepala keluarga terdampak krisis air bersih.
- BPBD Bangkalan mendistribusikan air bersih menggunakan dua truk tangki secara bergilir.
- Warga di sejumlah wilayah terpaksa membeli air bersih hingga Rp250 ribu per tangki berkapasitas 5.000 liter.
Bangkalan (beritajatim.com) – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Bangkalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan mencatat sebanyak 27 desa yang tersebar di 10 kecamatan mengalami kekeringan, sehingga berdampak pada 15.789 kepala keluarga (KK).
Kondisi tersebut membuat ribuan warga kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sejumlah wilayah, masyarakat bahkan terpaksa membeli air bersih dari mobil tangki dengan harga mencapai Rp250 ribu untuk satu tangki berkapasitas 5.000 liter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja, mengatakan pihaknya terus menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak sebagai langkah penanganan darurat selama musim kemarau.
“Untuk dropping setiap Senin sampai Kamis. Kita lakukan bergantian ke tiap desa,” ujar Arif, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, BPBD Bangkalan mengoperasikan dua armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih secara bergilir ke seluruh wilayah yang mengalami kekeringan. Pola distribusi tersebut diterapkan agar bantuan dapat menjangkau seluruh desa terdampak secara merata.
Selain menyalurkan bantuan, BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan dampak musim kemarau. Apabila jumlah desa yang mengalami kekeringan bertambah, distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami juga mengimbau agar masyarakat menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secepat mungkin,” ucapnya.
BPBD Bangkalan mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau guna mengantisipasi potensi kekeringan yang diperkirakan masih berlanjut. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa agar penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan. [sar/beq]






