Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggenjot kualitas komoditas tembakau. Langkah ini dijalankan melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Tembakau yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto melibatkan 100 petani tembakau.
Para petani tembakau itu dari Kecamatan Dawarblandong, Jetis, Kemlagi serta sejumlah penyuluh pertanian ini berlangsung di salah satu hotel di Kecamatan Puri.
Bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kualitas bahan baku rokok yang menjadi salah satu penyumbang terbesar pemasukan negara.
“Kegiatan ini menggunakan sumber anggaran DBHCHT, yang mana pemanfaatannya memang khusus. Salah satunya yakni untuk meningkatkan kualitas bahan baku, sehingga peserta kegiatan ini langsung dari petani tembakau,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, ditulis Kamis (13/7/2023).
BACA JUGA:
Gudang di Mojokerto Terbakar, Diduga Gara-gara Puntung Rokok
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menyampaikan, tembakau merupakan salah satu tanaman yang rentan terhadap penyakit.
Maka dari itu, pihaknya berharap bisa menemukan bibit unggul tembakau yang cocok ditanam di masa anomali cuaca seperti saat ini.
“Terkait tembakau yang mati karena kena hujan, ini bagaimana kita harus mengandalkan para ilmuwan kita agar menemukan jenis bibit tembakau yang cocok ditanam oleh petani di cuaca tak menentu seperti ini. Dengan bibit yang bagus, tentunya kualitas tembakau yang dihasilkan petani bisa lebih baik dan tidak mudah mati karena beberapa hal,” katanya.
BACA JUGA:
Lagi, Satu Jemaah Haji Asal Kabupaten Mojokerto Meninggal Karena Sakit
Selain itu, Ikfina berharap, melalui Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Mojokerto, semua kebutuhan petani tembakau bisa tercover dari DBHCHT.
Seperti Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian), sehingga para petani bisa mendapatkan kemanfaatan dari DBHCHT. [tin/beq]






