Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan memastikan keterbukaan penuh terhadap seluruh aduan masyarakat terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kanal resmi Wani Bares. Langkah ini diambil untuk menjamin transparansi dan koordinasi lintas instansi dalam menangani dinamika program nasional tersebut di lapangan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Magetan, Cahaya Wijaya, menegaskan kesiapan pihaknya dalam menerima serta menindaklanjuti setiap laporan warga. Ia menyatakan bahwa pemerintah harus menerima semua masukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Boleh saja, tidak masalah. Kami akan layani semuanya dan kami sampaikan ke yang terkait. Pemerintah harus menerima semua masukan dari masyarakat,” ujar Cahaya Wijaya.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan WANI BARES (WA Komunikasi Terbuka dan Responsif) melalui nomor WhatsApp 08113777474 atau 081231177772. Kanal yang dikelola Diskominfo ini dirancang untuk memberikan respons cepat terhadap setiap aspirasi yang masuk secara digital.
Cahaya menjelaskan bahwa setiap aduan akan diteruskan sesuai alur birokrasi, termasuk penyampaian laporan langsung kepada Bupati Magetan. Pemkab Magetan berkomitmen tidak menutup diri terhadap kritik maupun saran demi kelancaran implementasi MBG.
Saat ini muncul berbagai dinamika di masyarakat, termasuk keinginan warga untuk melakukan konfirmasi langsung kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di Magetan. Menanggapi hal tersebut, Diskominfo telah menggelar forum kehumasan bersama instansi terkait untuk menyamakan persepsi.
Forum koordinasi ini melibatkan unsur Polres, Kodim, Kejaksaan, hingga Pengadilan Negeri guna memperkuat sinergi informasi. Upaya kolektif ini bertujuan memastikan data yang diterima masyarakat tetap akurat, terverifikasi, dan bebas dari disinformasi.
Selain Wani Bares, warga juga didorong menggunakan kanal pengaduan resmi nasional seperti SP4N Lapor yang terhubung langsung ke tingkat kementerian. Seluruh laporan akan diproses dan dikomunikasikan sesuai dengan kewenangan teknis masing-masing institusi pemerintah.
“Kami terbuka. Apa pun pengaduan akan kami komunikasikan dengan pihak yang bersangkutan. Karena kewenangan ada pada masing-masing institusi,” jelas Cahaya.
Pemerintah daerah juga aktif memantau berbagai isu yang berkembang di media sosial sebagai bentuk deteksi dini terhadap persoalan di lapangan. Tim teknis akan bergerak cepat menjembatani komunikasi dengan instansi berwenang jika ditemukan kendala serius dalam program MBG.
Cahaya menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan agenda nasional yang menyangkut kepentingan masyarakat luas serta kedaulatan negara. Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama agar penanganan setiap kendala berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Yang paling tepat menyampaikan tentu yang menguasai bidangnya. Kami berterima kasih kepada media dan masyarakat yang memberikan informasi. Semua akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme,” pungkasnya. [fiq/beq]






