Madiun (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus berupaya menekan angka pengangguran terbuka yang masih cukup tinggi, yakni sekitar 6 persen atau setara 19 ribu orang. Salah satu strategi yang ditempuh adalah mengintensifkan program pelatihan kerja untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai kebutuhan industri.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa pelatihan kerja menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
“Pelatihan ini adalah kewajiban pemerintah daerah supaya pengangguran bisa segera teratasi. Alhamdulillah, kita bisa bekerja sama dengan investor, khususnya pabrik sepatu Golden Step Indonesia yang padat karya dan menyerap banyak tenaga kerja,” jelas Bupati, Jumat (19/9/2025).
Ia menambahkan, pelatihan bukan hanya memberi kesempatan bekerja, melainkan juga membekali peserta dengan keterampilan. “Kita ingin anak-anak Kabupaten Madiun punya skill yang kompeten. Jadi bukan sekadar bekerja, tapi bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal,” tegasnya.
Bupati Hari juga berharap media berperan dalam menyampaikan informasi positif mengenai iklim investasi di Madiun. “Kondisi Madiun aman dan kondusif. Kami ingin investor semakin percaya untuk menanamkan modal di sini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan 15 jenis pelatihan sepanjang 2025. Materi pelatihan meliputi keterampilan las, pengecatan, hingga pembuatan sepatu.
“Dari program itu ditargetkan bisa mencetak 526 tenaga kerja terlatih. Namun angka ini masih jauh dari kebutuhan industri. Karena itu kami berkoordinasi dengan BLK, pemerintah provinsi, dan perusahaan untuk memperluas jangkauan pelatihan,” ujarnya.
Golden Step Indonesia diproyeksikan mampu menyerap hingga 11 ribu tenaga kerja ketika beroperasi penuh. Saat ini perusahaan telah menyiapkan 270 calon pekerja, ditambah 50 peserta dari pelatihan pemerintah.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan, para pencari kerja bisa langsung terserap ke perusahaan. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat meningkat, sekaligus mendukung visi Kabupaten Madiun Bersahaja,” pungkas Arik. [rbr/beq]






