Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan resmi menjalin sinergi strategis dengan Universitas Sunan Gresik melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan karakter kebangsaan. Kerja sama yang selaras dengan sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI ini dilaksanakan di Aula Gajah Mada, Gedung Pemkab Lamongan, Senin (2/3/2026).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa arah pembangunan daerah saat ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada investasi jangka panjang pembangunan manusia. SDM yang unggul dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan pembangunan Lamongan di tengah dinamika perubahan zaman yang semakin cepat.
“SDM unggul menjadi kunci keberlanjutan pembangunan daerah di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Pak Yes ini menambahkan bahwa penguatan kapasitas masyarakat tersebut sejalan dengan misi kedua Pemerintah Kabupaten Lamongan. Fokus utamanya adalah mewujudkan SDM yang berdaya saing, berakhlak, serta responsif terhadap perkembangan teknologi maupun dinamika sosial.
“Pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya dengan membangun fisik. Penguatan karakter, kompetensi, dan daya saing masyarakat adalah investasi jangka panjang bagi Lamongan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid menekankan pentingnya pembangunan nasional yang dimulai dari penguatan kualitas di tingkat desa. Menurutnya, desa membutuhkan pondasi SDM yang kokoh agar mampu mengelola potensi lokal serta menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Desa membutuhkan SDM yang kuat dan berkualitas agar mampu mengelola potensi serta menghadapi dinamika sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Universitas Sunan Gresik ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara menyeluruh. Sinergi tersebut meliputi bidang pendidikan, penelitian ilmiah, hingga program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan.
Kontribusi akademisi diharapkan semakin nyata dalam menciptakan inovasi pembangunan daerah serta mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan melalui riset aplikatif. Kerja sama ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
“Melalui kolaborasi ini, kontribusi akademisi diharapkan semakin nyata dalam mendukung inovasi pembangunan daerah, memperkuat kualitas SDM, serta mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan,” ucapnya.






