Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, membangun 15 proyek jaringan irigasi tersier dan tujuh lokasi jalan usaha tani (JUT) tahun ini. Ini bagian dari menguatkan swasembada pangan.
Bupati Hendy Siswanto mengatakan, jaringan irigasi tersier dibuat dari beton agar terjadi kebocoran air dan terbuang. “Harapannya dengan pasokan air yang cukup, produksi tanaman bisa meningkat,” katanya, saat meninjau pembanyunan jaringan irigasi tersier di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Selasa (1/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Jaringan irigasi tersier ini juga bisa difungsikan untuk tempat bersantai dan memelihara ikan koi maupun lele. “Bukan hanya jaringan irigasi tersier. Kami juga membuat jalan usaha tani yang meng-cross, memotong, sawah yang ada. Tujuannya untuk bisa mendistribusikan pupuk maupun hasil panen. Lokasi sawah yang jauh dari jalan bisa diangkau dengan jalan usaha tani,” kata Hendy.
Jalan usaha tani dibangun di tujuh lokasi dengan radius berbeda-beda. “Ada yang 900 meter, 300 meter, tergantung kebutuhan,” kata Hendy.
Pembangunan jaringan irigasi tersier dan jalan usaha tani ini diharapkan Hendy bisa mendukung pembangunan pabrik pupuk organik tahun depan. “Tahun ini kita sudah mendapatkan predikat ketahanan pangan. Tapi ada kelangkaan pupuk yang memang (kebijakan) dari pusat. Kabupaten Jember tidak bisa bergantung dengan (pasokan) pupuk bersubsidi dari pusat. Kita harus bisa memproduksi pupuk sendiri,” katanya.
Dengan banyaknya ahli pertanian di Jember, Hendy berharap bisa memproduksi pupuk organik sendiri. “Tidak mungkin tidak bisa. Saya yakin bisa. Kita perlu melakukan trial. Pemkab Jember akan hadir menjamin apabila dalam masa uji coba (penggunaan) pupuk organik kurang maksimal, maka Pemkab akan mengisi kekurangan itu, sambil kita berlatih terus,” katanya. [wir/kun]






