Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus berkomitmen dalam menangani kawasan kumuh guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hingga tahun 2024, dari total 433,92 hektar kawasan kumuh yang teridentifikasi, telah berhasil ditangani seluas 2,71 hektar dengan berbagai program pembangunan yang terus berjalan.
Kabid Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim) Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, menyatakan bahwa upaya pengurangan kawasan kumuh melibatkan berbagai instansi terkait dan terus mengalami progres positif.
“Saat ini kami fokus pada peningkatan sanitasi dan jalan lingkungan, yang menjadi prioritas utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih layak huni,” ujar Hergiar pada BeritaJatim.com, Kamis (27/3/2025).
Sejumlah wilayah seperti Pejaten, Sukowiryo, Maesan, dan Penambangan Curahdami telah mendapat penanganan melalui pembangunan fisik, termasuk fasilitas MCK dan peningkatan jalan lingkungan. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah industri tahu di Kecamatan Tamanan yang memiliki luas 91,63 hektar. Pemerintah terus mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Bondowoso, Dadan Kurniawan, mengungkapkan bahwa validasi terbaru akan dilakukan pada 2025 untuk mengukur perkembangan program penanganan kawasan kumuh.
“Kami terus berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat, meskipun ada tantangan dalam hal anggaran. Yang terpenting, langkah-langkah nyata terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan sehat,” kata Dadan.
Pemkab Bondowoso optimistis bahwa dengan sinergi berbagai pihak, program pengurangan kawasan kumuh akan terus menunjukkan hasil positif, menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi warga Bondowoso. [awi/beq]







1 Komentar
Gak usah jauh jauh,yg didepan mata aja ….alun alun kota Bondowoso kasih lampu supaya g jadi tempat mesum,maksiat