Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Sabtu (7/3/2026) untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah munculnya antrean kendaraan beberapa hari terakhir.
Sidak tersebut dipimpin Plt Asisten II Pemkab Bondowoso, Nunung Setyaningsih, bersama Satpol PP, Diskominfo, Polres Bondowoso, Pertamina, Kabag Perekonomian, serta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).
Empat SPBU yang menjadi sasaran pemantauan yakni SPBU Kotakulon, Tamansari, Tenggarang, dan Tapen. Sidak dilakukan mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB.
Nunung mengatakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan stok BBM, khususnya Pertalite, masih tersedia di seluruh SPBU yang diperiksa. Bahkan pada hari yang sama juga terdapat pengiriman pasokan BBM.
“Dari hasil pantauan di lapangan, ketersediaan BBM terutama Pertalite masih ada di semua SPBU. Hari ini juga ada pengiriman,” kata Nunung dikonfirmasi, Sabtu sore.
Ia menjelaskan, antrean kendaraan memang terlihat di beberapa lokasi, namun masih dalam kategori wajar. Mayoritas antrean didominasi kendaraan roda dua.
Menurutnya, saat sidak berlangsung antrean kendaraan bahkan sudah berada di dalam area SPBU sehingga tidak sampai meluber ke jalan raya.
“Kami juga menanyakan kepada pengelola SPBU dan mereka menyampaikan tetap melayani masyarakat karena stok masih tersedia,” ujarnya.
Kondisi serupa juga ditemukan di SPBU Tenggarang. Sementara di SPBU Tapen, antrean kendaraan justru tidak terlalu panjang dan seluruh jenis BBM masih tersedia.
Tim sidak juga melakukan pengecekan langsung ke dalam SPBU menggunakan alat deteksi untuk mengetahui kondisi stok di masing-masing tangki penyimpanan. “Dari hasil pengecekan alat deteksi tersebut, sebenarnya kondisi stok BBM masih aman,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Bondowoso akan terus melakukan monitoring dan evaluasi lanjutan apabila terjadi lonjakan antrean pada jam-jam tertentu.
Nunung menilai antrean yang terjadi saat ini dipicu fenomena panic buying masyarakat setelah muncul informasi dari pemerintah pusat terkait cadangan BBM nasional.
Akibatnya, masyarakat yang biasanya membeli BBM secukupnya kini cenderung mengisi penuh tangki kendaraan mereka.
“Biasanya belinya sewajarnya, tapi karena panik akhirnya beli full tank. Misalnya di rumah ada empat motor, semuanya diisi penuh,” katanya.
Bahkan, pihaknya juga mendapat laporan ada beberapa orang yang kembali mengantre dengan kendaraan berbeda. “Ada yang antre lagi, tapi ganti motor,” ungkapnya.
Karena itu, Pemkab Bondowoso mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Nunung memastikan stok BBM di Bondowoso masih aman meski alokasi tahunan tidak mengalami penambahan.
Namun, distribusi pasokan dari Pertamina saat ini justru lebih sering dilakukan dengan volume pengiriman yang lebih besar.
“Kalau biasanya sehari sekitar 6 kiloliter, sekarang bisa 8 sampai 12 kiloliter. Jadi interval pengirimannya yang lebih tinggi,” pungkasnya. (awi/ian)






