Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali melakukan rotasi jabatan di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak tujuh pejabat resmi dilantik dalam mutasi terbaru yang digelar di Pendopo Bupati Bondowoso, Kamis (3/7/2025). Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid.
Adapun tujuh pejabat yang dimutasi dalam rotasi kali ini yakni:
- Muhammad Raehan Muktibillah dilantik sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tlogosari.
- Novim Dwi Haryono kini menjadi Sekcam Tlogosari, sebelumnya Kabid Binamarga.
- Sofiah Adi Kurniawati menjabat Kabag Umum, sebelumnya Kabid PSP pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
- Roro Defi Susana Sari bergeser menjadi Kabag Organisasi, sebelumnya Kabag Umum.
- Sidik Waluyo kini menjabat Camat Tapen, sebelumnya Kabag Organisasi.
- Suhari Ali Candra dilantik sebagai Kabag Perencanaan dan Keuangan, sebelumnya Kabag Kesra.
- Saudia Yourdan Islami Taufik kini menjabat Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, sebelumnya Camat Curahdami.
Dalam sambutannya, Bupati Hamid menegaskan rotasi ini bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian dari siklus manajemen kepegawaian yang bertujuan memperkuat organisasi, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta menjawab kebutuhan strategis pembangunan daerah.
“Pelantikan ini merupakan bagian dari penataan sistem pemerintahan yang menekankan pada kompetensi, integritas, dan orientasi hasil. Proses mutasi ini telah dilakukan secara objektif dan transparan, sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegas Bupati Abdul Hamid Wahid.
Bupati juga menekankan pentingnya peran pejabat administrator sebagai jembatan antara kebijakan dengan pelaksanaan teknis di lapangan. Jabatan tersebut, menurutnya, memerlukan kecepatan, ketepatan, dan ketegasan dalam mengambil keputusan, sekaligus kemampuan memimpin unit kerja secara profesional.
Ia mengingatkan tantangan zaman yang semakin kompleks, cepat berubah, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik. Karena itu, para pejabat diminta segera beradaptasi dengan tugas barunya, membangun pola kerja yang solutif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kepemimpinan bukan hanya soal posisi, tapi tentang keteladanan. Jadilah pemimpin yang memberi arah, menjaga nilai, dan mampu menggerakkan tim menuju pencapaian tujuan,” pesannya.
Bupati Hamid juga menyinggung sejumlah agenda besar yang tengah menjadi fokus pembangunan daerah, antara lain percepatan reformasi birokrasi, penguatan ekonomi, penanganan kemiskinan ekstrem, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di akhir sambutannya, Bupati kembali mengingatkan pentingnya integritas dan loyalitas dalam menjalankan tugas, serta menghindari penyalahgunaan wewenang. “Mari kita menjadi motor perubahan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada hasil,” pungkasnya. [awi/beq]






