Bojonegoro (beritajatim.com) – Sekretaris Kelompok Kerja Kebudayaan (Pokja Budaya) Kabupaten Bojonegoro Agus Sigro Budiono menyayangkan kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang tidak memiliki museum untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah.
“Sungguh ironis, daerah sekaya Bojonegoro tidak punya museum. Ini menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan rezim saat ini tidak berpihak kepada kebudayaan,” ujarnya, Sabtu (12/3/2022).
Bentuk kekesalan terhadap kinerja Pemkab Bojonegoro tersebut ditambah kekuatan APBD Kabupaten Bojonegoro yang besar yakni Rp5,9 triliun. Namun untuk pembangunan museum sendiri tidak dianggarkan. “Kebutuhan adanya gedung museum, sebenarnya lebih penting dari pembangunan pasar wisata yang justru malah menimbulkan polemik,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-bojonegoro”]
Apalagi, kata seniman di Bojonegoro itu, keberadaan museum sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 1995, yang menjelaskan bahwa museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti material hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.
“Museum memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai pusat pewarisan nilai-nilai budaya, sebagai pusat penelitian, dan sebagai media pembelajaran, termasuk di dalamnya tentang nilai perjuangan dan kejuangan bangsa,” jelasnya.
Selain itu juga sudah diatur dalam Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, mengamanahkan pemerintah daerah untuk lebih peduli kepada aset kebudayaan yang dimiliki sebagai bentuk penegasan identitas budaya bangsa. “Tentu dengan adanya museum di daerah akan lebih mudah untuk mengidentifikasi sejarah dan kebudayaan daerah tersebut,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro Budiyanto saat dikonfirmasi jurnalis beritajatim.com melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan. Saat ini benda-benda peninggalan sejarah Museum Rajekwesi di Kabupaten Bojonegoro tersebut masih dititipkan di Sekolah Model Terpadu (SMT) karena tidak memiliki tempat tersendiri. [lus/kun]






