Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 33 bangunan rusak akibat ledakan bahan baku petasan di desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Dari 33 bangunan tersebut sebanyak 22 rumah mengalami kerusakan sedang sementara 8 lainnya dalam kondisi rusak berat.
Meski jumlah rumah yang rusak banyak namun nasib mereka belum jelas hingga kini. Pihak Pemerintah Kabupaten Blitar tidak menjamin perbaikan rumah warga yang rusak akibat ledakan petasan.
Hingga sekarang, belum ada pernyataan pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Blitar yang akan menanggung biaya perbaikan rumah warga rusak akibat ledakan bahan baku petasan.
“Kami minta agar warga yang rumahnya rusak untuk mengungsi ke rumah kerabat setelah itu kami masih melakukan asesmen,” kata Bupati Blitar Rini Syarifah, Selasa (21/02/23).
[berita-terkait number=”3″ tag=”ledakan-petasan-blitar”]
Ditanya soal apakah Pemkab akan membantu biaya perbaikan rumah warga yang rusak. Bupati Blitar Rini Syarifah, pihaknya mengaku belum bisa memastikan hal itu.
Pihaknya mengaku saat ini, sedang melakukan asesmen terkait peristiwa tersebut.
“Intinya kami asesmen terlebih dahulu lah” kata Rini.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berryanto mengatakan bahwa peristiwa ledakan bahan petasan yang membuat puluhan rumah warga rusak merupakan bencana sosial. Menurutnya Pemkab Blitar masih mengupayakan memberikan dana stimulan untuk perbaikan rumah warga yang telah rusak.
“Iya masuk bencana sosial, jadi begini bukan perbaikan dibantu full gitu ya, sekarang kita sedang upayakan bagaimana warga masyarakat yang terdampak ini memperoleh dana stimulan untuk perbaikan,” katanya.
Ivong mengaku bahwa Pemkab Blitar tidak memiliki anggaran untuk membantu perbaikan rumah warga yang rusak akibat ledakan bahan petasan.
“Karena kami kan tidak punya Anggaran untuk itu,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Blitar juga tengah meminta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal ini dilakukan karena Pemkab Blitar tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membantu perbaikan rumah warga.
“Nantinya kan Bu gubernur ke sini jadi kami memohon untuk membantu gitu, kan sama saja siapa saja yang membantu,” jelasnya. (0wi/ted)






