Blitar (beritajatim.com) – Pemkab Blitar resmi menjalin kerjasama dengan Pemkab Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Bupati Blitar Rini Syarifah dengan Bupati Bima Indah Damayanti.
Kesepakatan kerjasama ini memiliki berbagai bidang, namun yang paling utama adalah 2 sektor yakni pertanian dan peternakan. Diketahui bahwa Blitar menjadi daerah dengan jumlah populasi ayam petelur terbesar di Indonesia, sehingga diperlukan pasokan jagung yang banyak.
Sementara Bima merupakan daerah dengan penghasil jagung terbanyak di Indonesia. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini ketersediaan jagung untuk peternak ayam Blitar bisa terpenuhi, begitu pula sebaliknya.
“Saya berharap, kesepakatan bersama ini bisa berlanjut pada perjanjian kerjasama sehingga bisa meningkatkan sinergitas, efisiensi serta efektifitas dalam rangka pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Bima,” kata Rini Syarifah, Sabtu (27/7/2024).
Diketahui bersama Kabupaten Blitar merupakan daerah yang mencukupi sekitar 30 persen kebutuhan telur secara nasional. Populasi Ternak Ayam Ayam Petelur 15.926.411 ekor. Sementara hasil produksi telur ayam Kabupaten Blitar mencapai 141 juta kg atau rata-rata produksi telur 400 sampai 450 ton per hari.
Adapun kebutuhan jagung untuk pakan ternak di Kabupaten Blitar mencapai 850 ton/hari. Sehingga Kabupaten Blitar sangat membutuhkan dukungan dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan jagung, salah satu diantaranya dari Kabupaten Bima.
“Untuk itu dengan pengiriman jagung dari para petani di Bima yang telah dilakukan sejak bulan Mei lalu hingga saat ini sudah hampir mencapai 5 ribu ton, benar-benar sangat membantu kebutuhan pakan ternak ayam di Kabupaten Blitar,” imbuhnya.
Luas dari wilayah Kabupaten Blitar adalah 1.744,32 km² dan terbagi menjadi 22 Kecamatan, 220 Desa dan 28 Kelurahan. Dengan luas lahan tersebut Kabupaten Blitar juga memiliki potensi pertanian yang bisa ditawarkan untuk kerjasama dengan Kabupaten Bima.
Data yang dimiliki Kabupaten Blitar, tahun 2023, total lahan pertanian 117.278 hektare dengan hasil produksi padi sebesar 375.490 ton per tahun.
Jumlah produksi sayuran dan buah semusim mencapai 816.271 kwintal dan jumlah produksi tanaman buah-buahan 2.250.876 kwintal. Dan khusus untuk cabai rawit mencapai 441.841 kwintal.
“Komoditas padi dan jagung menjadi komoditas tanaman pangan utama di Kabupaten Blitar. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, produksi padi tertinggi pada tahun 2021 yaitu sebesar 391.714 ton. Sedangkan tanaman jagung terus mengalami penurunan menjadi 244.588 ton di tahun 2023,” bebernya
Untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Blitar perlu menggandeng sejumlah pemerintah daerah yang lain salah satunya Bima.
“Melalui kesepakatan bersama ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya secara berkelanjutan dalam rangka mendukung pembangunan daerah secara efektif dan efisien. Dengan semangat maju bersama, sejahtera bersama, saya optimis, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Bima bisa bersinergi dan berkolaborasi mewujudkan visi masing-masing yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. [owi/suf]






