Blitar (beritajatim.com) – Para peternak layer mandiri dari Blitar, Tulungagung dan Trenggalek menerima 1000 ton jagung dari Bima, NTB (Nusa Tenggara Barat). Jagung ini merupakan hasil kerjasama para peternak dengan Bulog Cabang Tulungagung melalui mekanisme free sale.
Dalam mekanisme ini Bulog Cabang Tulungagung membeli 1000 ton jagung dari petani di Bima, NTB. Kemudian disimpan di gudang Bulog Kabupaten Blitar. Selanjutnya 1000 ton jagung tersebut akan dibeli oleh asosiasi/koperasi peternak dua bulan kemudian pada Agustus dan September 2024.
Kerjasama ini merupakan bentuk kolaborasi antara petani jagung Bima dan Dompu NTB dengan asosiasi/koperasi peternak yang tergabung dalam Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri (BKT NT) dengan didukung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Ini yang namanya keren, Jadi badan pangan ini hanya membukakan kemudian bersama Bulog dan ini seharusnya ini dikerjakan seluruh daerah,” kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Kamis (4/7/2024).
Berkat kerjasama ini, para peternak ayam layer di Blitar, Tulungagung, Trenggalek hingga Malang memiliki cadangan jagung untuk 2 bulan. Seribu ton jagung ini pun bakal menjadi tambahan stok cadangan di luar pasokan per hari.
“Ini untuk cadangan peternak untuk saat nanti jagung yang ada di panen raya ini berkurang sehingga jagung ini disimpan di gudang Bulog,” kata Rofi Yasifun, peternak ayam layer Blitar.
Selama ini para peternak ayam di Blitar, Tulungagung, Malang hingga Trenggalek telah mendatangkan 5 ribu ton jagung dari NTB. Langkah ini ditempuh peternak Blitar untuk ikut membantu meningkatkan harga jual jagung petani Bima, NTB.
“Totalnya yang sudah kita bawa mulai dari tanggal 20 Mei 2024 itu sejumlah 3.000 ton kemudian yang masih kita simpan di gudang sana yang akan kita kirim di bulan depan ini 1.000 ton dan ini persis 1.000 ton,” imbuhnya.
Harga jagung dari Bima NTB ini dibanderol Rp5 ribu per kilogram. Harga ini merupakan wajar bagi peternak dan petani jagung. Para peternak ayam layer tidak merasa keberatan dengan harga ini. Bagi peternak yang terpenting adalah ketersediaan jagung sebagai pakan ayam.
“Kebutuhan jagung tidak kurang 1.000 ton per hari, dengan jumlah peternak 3 ribu orang, dengan populasi ayam diatas 25 juta ekor. Produksi mulai dari 800 hingga 1.200 ton telur,” tutupnya. [owi/suf]






