Kediri (beritajatim.com) – Salah satu tokoh masyarakat (Tomas) di Kediri, Jawa Timur mengapresiasi kinerja aparat keamanan dalam mengamanan Pemilu 2024. Sosok kiai di Kediri juga melihat TNI dan Polri netral dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
KH. Nadirin, selaku Takmir Masjid Aulia Setono Gedong Kediri menegaskan, berita di media sosial (medsos) tentang tuduhan aparat keamanan tak netral dalam pemilu adalah kabar bohong alias hoax.
“Menurut saya, pengamanan pemilu bagus dari mulai TPS kondusif. Artinya mereka (aparat keamanan) bekerja semua. Berita di medsos, di TikTok, Instagram yang katanya aparat tidak netral dan sebagainya, saya tidak melihat itu,” ungkap Nadirin, pada Rabu (21/2/2024).
Pria yang akrab disapa Mbah Rin ini menambahkan, selama pesta demokrasi, TNI dan Polri, khususnya yang bertugas di Jawa Timur dan di Kediri senantiasa menjaga profesionalisme dalam bekerja. Bahkan, mereka sampai takut menghadiri acara, karena khawatir menimbul persepsi yang bermacam-macam.
“Saya kira di Kediri, bekerja semua. Tidak ada yang memihak ke salah satu calon presiden. Meskipun di berita-berita itu banyak sekali yang membocorkan keberpihakan terhadap salah satu paslon, tapi di lapangan saya tidak menemui itu,” tegas pengasuh Buletin Jumat Al-mi’rob sudah go internasional ini.
Oleh sebab itu, atas nama Tomas Kediri Mbah Rin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh aparat keamanan yang telah menjaga Pemilu 2024 ini sehingga berjalan damai. Ucapan itu khususnya disampaikan kepada Kabinda Jawa Timur Brigjen TNI Fahmi Suderman, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay karena sudah memberikan bimbingan dan arahan kepada jajarannya, sehingga pemilu kondusif.
Mbah Rin mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawal hasil Pemilu 2024 ini dengan bijak. Dirinya juga berpesan kepada pendukung dan para tim sukses calon tidak berlebih dalam menyikapi hasil pemilu.
“Negara sudah memfasilitasi pemilu dengan baik. Kita kawal dengan baik dan bijak. Kita tunggu keputusan KPU ke depan. Tidak usah membuat sesuatu yang anarkis, karena sepanjang sejarah Kediri tidak pernah geger. Kita harus legowo, yang kalah legowo, yang menang jangan terlalu euforia yang luar biasa, sehingga menyinggung yang kalah,” ajaknya.
Dia berharap tim sukses calon tidak usah berlebihan dalam menyikapi hasil. Tetapi biasanya saja, karena siapapun presidennya, tiga tokoh capres tersebut, menurutnya memiliki niat baik untuk membangun negara ini. [nm/ian]






