Gresik (beritajatim.com)- Memasuki musim tanam, pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengalokasikan pupuk organik bersubsidi berlimpah. Tahun 2024 ada 500 ribu ton pupuk yang dialokasikan. Dari jumlah itu, 382 ribu ton dipercayakan kepada Petrokimia Gresik.
Untuk mewujudkan keseriusan itu, produsen pupuk yang ber-home based di Gresik tersebut melakukan penandatanganan kerjasama produksi dengan mitra produksi petroganik subsidi.
“Penandatanganan kerjasama produksi ini merupakan langkah kami supaya penyaluran berjalan lancar,” ujar Direktur Keuangan & Umum Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid, Kamis (30/5/2024).
Ia menambahkan, alasan menggandeng Mitra Produksi Petroganik karena tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, total kapasitasnya mencapai 585.700 ton pertahun. Jumlah itu, diatas alokasi yang diamanahkan pemerintah. Dengan kapasitas itu, Petrokimia Gresik siap menyalurkan pupuk subsidi sesuai regulasi.
“Lokasi mitra kami dekat dengan bahan baku dan wilayah penyalurannya. Sehingga, lebih memudahkan dalam distribusi. Dengan dimasukkannya pupuk organik ke dalam skema subsidi, kebijakan ini memberikan dampak ikutan atau multiplier effect terhadap sosial maupun lingkungan,” imbuhnya.
Dampak lainnya kata Robby Setiadi, adanya tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi hingga pemanfaatan limbah pertanian, peternakan, dan limbah organik industri sebagai bahan baku pupuk organik.
Sementara Kepala Balai Pengujian Standar Instrumen Tanah dan Pupuk (BPSI Tanah dan Pupuk) Ladiyani Retno Widowati mengatakan, untuk menjaga kualitas bahan baku produksi Petroganik. Pihaknya menandatangani Memorandum of Understanding, atau MoU dengan Petrokimia Gresik.
“Melalui MoU ini kami berharap Petrokimia Gresik dapat memenuhi tugas pemerintah memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi,” katanya. [dny/aje]






