Gresik (beritajatim.com)- Anggota holding Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik (PG), terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga pertengahan Oktober 2025, perusahaan BUMN tersebut mencatat capaian produksi sejumlah pupuk bersubsidi yang hampir mencapai target akhir bulan.
Pupuk Phonska misalnya, sudah diproduksi sebanyak 2,11 juta ton, atau lebih dari 97 persen dari total target hingga akhir Oktober sebesar 2,17 juta ton. Capaian hampir serupa juga terjadi pada pupuk Urea, di mana hingga 14 Oktober 2025 produksinya telah mencapai 462.796 ton atau sekitar 96 persen dari target akhir bulan sebesar 481.079 ton.
Kinerja positif juga terlihat pada pupuk ZA, yang kembali mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sejak Agustus 2025, ketika pupuk ini masuk ke dalam skema subsidi, hingga 15 Oktober total pengantongan mencapai 11.071 ton atau 96,8 persen dari target akhir Oktober sebesar 11.442 ton.
Sementara itu, untuk pupuk organik Petroganik, Petrokimia Gresik mencatat capaian luar biasa. Dari target produksi bulan Oktober sebesar 24.205 ton, realisasi hingga 15 Oktober telah mencapai 33.691 ton, atau 139 persen dari target.
“Target hingga Oktober masih ada sisa dua pekan, kami optimistis terpenuhi karena kapasitas produksi kami jauh lebih besar dari amanah yang diberikan pemerintah,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, Sabtu (18/10/2025).
Memasuki musim tanam Oktober–Maret (Okmar), Petrokimia Gresik telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 419.416 ton per 15 Oktober 2025. Rinciannya terdiri dari pupuk Urea 37.307 ton, NPK 359.545 ton, dan pupuk organik 18.435 ton.
Selain itu, pupuk ZA juga telah disiapkan di berbagai gudang tingkat kabupaten dan kota dengan total stok mencapai 4.128 ton.
“Petani tidak perlu kuatir. Segera melakukan penebusan untuk hasil pertanian lebih optimal dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional. Stoknya tersedia, alokasinya juga masih banyak,” ungkap Daconi.
Dengan capaian produksi yang tinggi dan stok yang mencukupi, Petrokimia Gresik memperkuat perannya sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dalam mendukung program pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional jelang musim tanam utama tahun ini. [dny/ian]






