Malang (beritajatim.com) – Tersangka pembunuhan wanita muda dua anak di Ampelgading, Kabupaten Malang pada tanggal 18 Desember 2022 lalu, ditemukan tewas dalam posisi menggantung.
Pelaku pembunuhan atas nama Sukarni (40), ditemukan tewas tergantung di pohon kopi menggunakan tali tampar plastik warna biru tua. Jasad Sukarni ditemukan pertama kali oleh siswa SD pada Selasa (31/1/2023) pagi.
Sukarni adalah buronan atas kasus pembunuhan yang menewaskan seorang wanita muda bernama Linawati (34), warga Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Dari hasil penyidikan, Sukarni ternyata selingkuhan dari Linawati. Sukarni yang tinggal tak jauh dari rumah korban, merasa cemburu karena Linawati kembali dalam pelukan suami sahnya.
Usai membunuh Linawati di depan dua anaknya, Sukarni kabur ke arah hutan di kawasan sekitar.
Tim Jatanras Satreskrim Polres Malang, bahkan harus memburu Sukarni dengan cara keluar masuk hutan selama lebih dari 40 hari paska pembunuhan.
“Pelaku pembunuhan, atas nama Sukarni yang sempat jadi buronan kami, diketemukan meninggal dunia dengan kondisi gantung diri pada pohon kopi dibelakang rumah paman pelaku di kawasan Dusun Lebaksari, Ampelgading, Kabupaten Malang. Penemuan pertama oleh siswa SDN setempat, lantas dilaporkan pada kepala sekolah diteruskan pada Kades dan dilanjut ke Polsek Ampelgading,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Rizky Saputro, Rabu (1/2/2023) sore.
Menurut Riski, hasil visum dan beberapa bukti yang ditemukan di lokasi gantung diri, berupa belati yang selalu dibawa pelaku. Belati inilah, selalu dibawa Sukarni untuk melawan polisi ketika beberapa kali penyergapan berlangsung.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Malang”]
Riski menceritakan, sehari sebelum penemuan mayat korban gantung diri, pihaknya mendapat informasi dari warga jika lokasi persembunyian Sukarni ditemukan, Senin (30/1/2023) lalu. Selama kabur dari kejaran Polisi, Sukarni ternyata bersembunyi di dalam goa di kawasan hutan wilayah Ampelgading.
“Senin pagi hari, kami coba masuk ke dalam goa, ternyata kami menemukan tikar dan beberapa buah-buahan berupa pisang, alpukat yang sudah matang maupun masih mentah. Ini tempat bersembunyi Sukarni. Lokasinya berada dibalik bukit dan masih belum pernah di jamah oleh warga setempat. Melihat sekitar goa memang sangat aman untuk lokasi persembunyian, karena lokasi berada di balik bukit, tanaman lebat dan cukup curam karena terdapat tebing,” beber Riski.
Mendapati lokasi persembunyian Sukarni, petugas kemudian menerima laporan sehari kemudian atau Selasa 31 Januari 2023, jika ada penemuan orang gantung diri berada di belakang rumah dekat sekolahan SDN setempat.
Dari beberapa barang yang ditemukan dilokasi gantung diri, ditemukan belati yang cirinya sama persis dengan yang selalu dibawa oleh Sukarni. Untuk membuktikan kebenaran bahwa yang gantung diri adalah pelaku pembunuhan Ampelgading, Polisi kemudian membawa jenasah tersebut ke RSSA Malang Kota untuk dilakukan visum.
“Dari hasil visum yang turun pagi ini, hasilnya ciri yang ada sama persis dengan Sukarni. Dan dari hasil visum juga menyebutkan tidak ada luka lain baik di dalam maupun luar tubuhnya. Kami menduga pelaku gantung diri sekitar dini hari pukul 01.00 wib, diperkirakan pelaku sudah mengetahui kalau tempat persembunyiannya bakal digrebek petugas. Sehingga pelaku mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada pohon kopi dibelakang rumah pamannya yang dekat dengan SDN desa setempat,” Riski mengakhiri.
Tewasnya Sukarni, pelaku kasus pembunuhan terhadap Linawati akhirnya tidak bisa dilanjutkan. Proses hukum pun dianggap selesai.
“Proses hukum kita hentikan, karena tersangka ditemukan sudah meninggal dunia dengan cara gantung diri. Kami menghimbau agar masyarakat di sekitar lokasi kejadian, untuk kembali tenang. Menjalani aktifitas seperti biasanya. Segera lapor ke Polsek dan perangkat desa setempat apabila melihat suatu gangguan Kamtibmas,” pungkas Riski. [yog/beq]






