Surabaya (beritajatim.com) – Meningkatnya kasus covid-19 di Kota Surabaya membuat peningkatan pula produk obat herbal Tiongkok Lianhua Qingwen di beberapa gerai toko obat kawasan Jagalan, Surabaya. Beberapa toko obat China di kawasan sini bukan hanya membatasi penjualan dan transaski jual beli bahkan sebagian menjual hanya melalui daring.
Salah satunya Rahmad, warga Surabaya ini rela mengantri untuk membeli obat herbal Lianhua Qingwen ini. Meski dibatasi pembeliaanya ia rela menunggu karena setiap pembeli hanya boleh membeli 1 box dan harus antri karena setiap transaksi hanya diperbolehkan lima orang saja yang masuk kedalam toko obat.
“Saya tadi keliling di beberapa toko obat susah carinya nemu di toko ini meski dibatasi pembeliannya yang penting dapet. Kan obat ini untuk batuk dan flu. Kalo di apotik biasa ngga ada yang jual, ini tertentu saja. Yang bisa beli di lokasi cuma dua apotik kalo lainya jualan online semua,” ungkap Rahmad.
[berita-terkait number=”4″ tag=”obat-herbal”]
Meski hanya bisa mendapat satu box Lianhua Qingwen, Rahmad bersyukur harganya masih seperti biasa tak naik berlipat-lipat seperti yang di jual di online marketplace yang mencapai harga 148 ribu perbox.
Sementara itu Mardoi, tukang parkir di kawasan toko obat di kawasan Jagalan ini mengaku sudah hampir satu minggu ini semua toko obat di kawasan Jagalan ini di serbu masyarakat untuk membeli dua jenis obat China seperti Binahong dan Lianhua yang diserbu oleh para pembeli.

Namun sayangnya tidak semua toko obat di kawasan sini membuka gerainya. Mereka hanya melayani penjualan via online. Jika buka pun mereka membatasi pembeli masuk ke dalam toko tak heran jika antrean panjang kerap terjadi.
“Dua obat yang paling dicari itu binahong sama lianhua, jadi antreannya itu panjang sekali ada 2 kilo. Gimana wong pembeliannya di batasi yang boleh masuk.kedalam toko cuma lima orang,”ungkap Mardoi.
Obat herbal China sejak pandemi pertama datang ke Indonesia menjadi tersohor, pasalnya obat herbal dari negeri tirai bambu ini dipercaya sebagai obat herbal pereda bagi pasien covid 19. [way/ted]






