Pamekasan (beritajatim.com) – Kabupaten Pamekasan, menjadi salah satu daerah di Pulau Madura, yang dipastikan menerapkan program Sekolah Rakyat, dan dijadwalkan mulai melaksanakan proses pembelajaran pada akhir Juli atau awal Agustus 2025 mendatang.
“Sekolah Rakyat ini merupakan program nasional yang disebar di 100 titik kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, tidak terkecuali di kabupaten Pamekasan, satu-satunya di Pulau Madura,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, Senin (14/7/2025).
Untuk hari ini, launching program Sekolah Rakyat dikhususkan untuk tahap 1A yang diresmikan digelar di 63 titik berbeda.
“Untuk Pamekasan, masuk pada tahap 1B, dan satu-satunya di Madura. Kesiapan sarana kita sementara pinjam punya Poltera (Jl Jokotole), sudah disurvei dan dinyatakan memenuhi syarat. Untuk tahap awal ini sudah kita lakukan dengan maksimal diiringi dengan tantangan dan rintangan, Sekolah Rakyat harus berjalan, apalagi Pamekasan, menjadi satu-satunya (program Sekolah Rakyat) di Madura,” tegasnya.
Guna menyukseskan program tersebut, pihaknya bekerja ekstra untuk melengkapi berbagai prasyarat yang ditentukan, mulai dari sarana, peserta didik, guru, serta syarat lain untuk memenuhi syarat pembelajaran.
“Syarat pertama sarpras sudah dipastikan memenuhi syarat, di mana program ini menerapkan konsep Boarding School,” imbuhnya.
Sementara untuk kemampuan fisik hanya 2 rombel untuk jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama) dengan masing-masing rombel 25 siswa.
“Alhamdulillah berkat bantuan rekan-rekan pendamping (PKH), kita mampu menampung sebanyak 50 siswa, terdiri dari 25 putra dan 25 putri seiring dengan konsep Boarding School,” jelasnya.
Selain itu pihaknya mengaku harus bekerja ekstra untuk mempertahankan jumlah peserta didik baru, guna memenuhi kuota yang ditentukan.
“Karena ini hal baru, kita sempat mendapatkan 53 siswa, namun mundur jadi 47 dan mundur lagi hingga sisa 40 siswa. Tapi untuk saat ini pas 50 siswa dari 12 kecamatan berbeda di Pamekasan, dan semoga tidak mundur lagi,” sambung Herman.
Sedangkan untuk manajemen, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asrama, satpam, wali asuh semuanya sudah lengkap. Konsep dan aplikasi detail bisa langsung ke Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), untuk dapur kita kerjasama dengan program MBG (Makan Gizi Gratis).
“Insya’ Allah akhir Juli atau Awal Agustus (2025) program pembelajaran sudah mulai berjalan,” pungkasnya. [pin/aje]






